{"id":2813,"date":"2008-06-05T05:11:00","date_gmt":"2008-06-05T05:11:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=2813"},"modified":"2020-07-01T05:24:10","modified_gmt":"2020-07-01T05:24:10","slug":"setangkai-puisi-di-malam-bulan-separuh-andhika-mappasomba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=2813","title":{"rendered":"Setangkai Puisi Di Malam Bulan Separuh, Andhika Mappasomba"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Baso Alang<\/p>\n\n\n\n<p>setelah puisi ini aku bacakan<br>akan ada hati yang berdarah<br>sebab ia kubacakan dengan napas tersengal<br>dan ditulis dari tinta darah dan perahan air mata<br>yang dirangkai dari sisa kejujuran yang tergali dari kesadaran<\/p>\n\n\n\n<p>wahai bulan separuh<br>simaklah jiwa yang terluka<br>tentang sebuah pengakuan yang mungkin tak sempurna<br>tentang anak manusia yang akan melangkah ke medan peperangan<br>untuk menaklukkan puncak-puncak rindu menjadi perpisahan<\/p>\n\n\n\n<p>dua anak manusia yang mungkin saling mencintai<br>mengantarnya ke dalam pintu-pintu penutup kisah yang haru<\/p>\n\n\n\n<p>wahai bulan separuh<br>malam ini<br>simak dan dengarlah pengakuannya<\/p>\n\n\n\n<p>aku sangat mencintainya<br>merindukannya tanpa ujung batas<br>menyanyikan namanya dalam senyapku mengarung malam<br>walau kutahu jarak yang tak mungkin kulipat<br>dan hadir menatap matanya dalam sekedip mata setiap perpisahanku<br>aku sangat mencintainya<br>merindukannya di setiap tarikan napasku<br>dan bahkan kurasakan tatapannya selalu hadir dalam aliran darahku<br>bayangnya seakan tak pernah lepas menjadi selimut dalam tidurku<\/p>\n\n\n\n<p>bagiku<br>menatap matanya adalah kesejukan<br>seperti sentuhan sutera dan belaian butiran salju di tengah gurun<\/p>\n\n\n\n<p>wahai bulan separuh<br>pernahkan kau melihatnya merindukanku juga<br>seperti kerinduan dahsyat yang selalu kupendam<br>pernahkah ia mengerti tentang rindu dan kedamaian cinta ini<\/p>\n\n\n\n<p>wahai bulan separuh<br>malam ini<br>kurasakan cahayamu dipaksakan menjadi purnama<br>lalu merneteskan air mata<br>adakah itu air matanya yang menyesali diam dan ketidakmengertiannya<br>atau itu adalah tetesan darahku sendiri yang akan mengakhiri kisah cinta ini<\/p>\n\n\n\n<p>malam ini<br>dengan segala kesadaran kunyatakan rasa dengan seksama<br>aku menyudahi segala kisah<br>menutup ruang rasa dengan paksa<\/p>\n\n\n\n<p>setelah puisi dan kisah ini usai<br>izinkanlah aku melangkah pergi<br>menangis diam-diam<br>mungkin membawa rasa sesal yang tak terbahasakan<\/p>\n\n\n\n<p>malam ini dengan kesadaran yang tersisa<br>kunyatakan rasa dengan seksama<br>aku menyudahi segala kisah<br>menutup ruang rasa dengan paksa<\/p>\n\n\n\n<p>izinkanlah aku pergi<br>menghilang dengan malam<br>***<\/p>\n\n\n\n<p><strong>*<\/strong>Setelah Irfan Palippui usai membacakan puisi ini di atas panggung, tepat ketika bulan separuh di langit Pinrang merangkak ke barat, ia\u00a0 menyudahi kisah cinta asmaranya dengan Dhede, kekasihnya yang menyaksikannya membacakan puisi ini.<br>** Kabar terakhir, Dhede sudah menikah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baso Alang setelah puisi ini aku bacakanakan ada hati yang berdarahsebab ia kubacakan dengan napas tersengaldan ditulis dari tinta darah dan perahan air matayang dirangkai dari sisa kejujuran yang tergali dari kesadaran wahai bulan separuhsimaklah jiwa yang terlukatentang sebuah pengakuan yang mungkin tak sempurnatentang anak manusia yang akan melangkah ke medan peperanganuntuk menaklukkan puncak-puncak rindu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[550,551,553],"class_list":["post-2813","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-550","tag-baso-alan","tag-baso-alang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2813"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2816,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2813\/revisions\/2816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}