{"id":2823,"date":"2008-05-18T05:39:19","date_gmt":"2008-05-18T05:39:19","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=2823"},"modified":"2020-07-01T05:50:36","modified_gmt":"2020-07-01T05:50:36","slug":"ayam-untuk-tuan-bupati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=2823","title":{"rendered":"Ayam Untuk Tuan Bupati"},"content":{"rendered":"\n<p>Imron Supriyadi<\/p>\n\n\n\n<p>Sepekan lagi, Menteri Peternakan akan berkunjung di Kabupaten Batanghari Sumatera Selatan, untuk meresmikan Gerakan Budidaya Ayam Sehat. Menurut Zaenal, Kepala Humas Pemkab Batanghari, program ini sebagai kampaye kalau di Kabupaten Batanghari tidak ada ayam yang terserang virus Avian Influensa alias Flu Burung. Sebab, maraknya informasi tentang flu burung telah menurunkan penghasilan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Batanghari. \u201dIni sekaligus untuk menjawab keresahan di masyarakat, karena dalam 3 bulan terakhir sirkulasi penjualan ayam di pasar induk mengalami penurunan drastis. Oleh sebab itu Bapak Bupati sengaja menggelar acara ini untuk memantapkan masyarakat, kalau di Kabupaten Batanghari tidak ada ayam yang terserang flu burung,\u201d jelas Zaenal kepada wartawan. Bupati Batanghari. Dr. Muhamidin, tidak ingin ada sesuatu yang memalukan. Tiga bulan sebelumnya, Muhammadin sudah memaparkan kepada Menteri Peternakan tentang&nbsp; perkembangan peternakan di Kabupaten Batanghari. \u201d&#8230;Walaupun secara nasional sedang dilanda virus flu burung, tetapi di kabupaten kami, tidak ada peternak yang mengeluh apalagi resah akibat virus flu burung. Bahkan sesuai dengan laporan Dinas Peternakan, perdagangan ayam di pasar-pasar juga tidak mengalami penurunan. Tetapi walau kondisinya demikian, kami tetap berharap agar Pak menteri dapat hadir untuk mencanangkan program Geralan Budidaya Ayam Sehat di Batanghari,\u201d pinta Muhammadin saat menghadap Menteri Pertanian. Sepulang dari Jakarta, Bupati kemudian mengedarkan surat perintah yang berisi pengkondisian pedagang ayam di semua pasar se-Kabupaten Batanghari.<em>\u201dDalam rangka mewujudkan Gerakan Budidaya Ayam Sehat tahun 2008, maka bersama ini kami instruksikan kepada seluruh pedagang ayam di seluruh Kabupaten Batanghari, untuk membawa semua ayam ke lokasi acara. Mengingat, acara akan dihadiri Bapak Menteri Peternakan Syamsul Paralihan, maka sehubungan dengan hal tersebut, pada hari 23 Februari 2008, di seluruh pasar ditiadakan jual beli ayam.\u201d<\/em> demikian salah satu petikan dari 8 mata point isi surat edaran Bupati Batanghari kepada seluruh pedagang ayam. Edaran surat Bupati itu, kontan menimbulkan banyak tanya di kalangan pedagang ayam. Sebagian setuju. Sebagian lagi mengeluh. Sebagian lagi biasa-biasa saja. \u201dKalau ayam kito dibawa ke lokasi acara Pak Bupati, berarti Pak Bupati harus bayar semua ayam kito. Kalau idak, wah kito biso <em>ndak<\/em> makan,\u201d cetus Pendi salah satu pedagang ayam di pasar Induk.<br>\u201dBener nian Cek! Kito harus minta ganti rugi walau hanya sehari. Sebab anak bini kito nak makan apo kalau kito ndak dagang!\u201dsergah Opik.<br>\u201dKalau mak itu, sore agek kito kumpulke seluruh pedanag ayam. Kito tanyoke samo pemda, siapo yang nak bayari ayam-ayam kito!\u201d<br>\u201dOi, jangan rame-rame. Gek kito dianggep nak demo pulo! Kalau demo ndak izin samo polisi gek kito ditangkep galo,\u201dujar Sam khawatir. Dia pernah ditangkap polisi pamong praja saat demo anti penggusuran pasar akibat demo itu tidak izin. Ditahan 3 hari 3 malam jadi trauma bagi Sam.\u201dKau ndak usah takut Sam! Kito ini banyak. Kalu kito dikit mungkin gampang dibabas bingkas samo polisi. Tapi kalau kito banyak dan nyatu, kito lawan bae. Ngapo mesti takut. Kito kan ndak salah!\u201d Pendi memberi semangat pada Sam.<br>\u201dKalau aku biarlah idak dagang sehari. Yang penting aku biso ketemu samo Pak Menteri. Aku nak salaman samo Pak Menteri, samo Bupati,\u201d kata Pri yang pernah ikut tim sukses Muhammadin waktu pilkada 4 tahun lalu. Empat hari sebelum acara tiba, ratusan pedagang ayam sudah memenuhi halaman Kantor Pemkab Batanghari, menumpang sekitar 20 bis. Beberapa bis yang dipasangi spanduk bertuliskan <em>&#8216;Ayam kami lebih mahal dari pada kunjungan Pak Menteri&#8217; <\/em>atau <em>&#8216;Ayam kami bukan gratisan<\/em>.&#8217; Semua spanduk bernada protes. Para pedagang ayam itu disambut Wakil Bupati, Drs. Iskandar.. \u201dSaudara-saudara tidak usah khawatir. Semua ayam yang akan dibawa ke acara Pak Bupati akan diganti dengan harga yang disesuaikan. Semua!\u201d tegas Wakil Bupati, yang dikelilingi belasan aparat pemda dan satpam. \u201dDisesuaikan itu berapa, Pak!?\u201dteriak Pendi.\u201dPak Bupati sudah berjanji. Jadi tidak usah ditanya berapa. Pak Bupati sangat mengetahui berapa harga jual ayam saat ini. Oleh sebab itu, sekali lagi semua para pedagang tidak perlu khawatir tidak mendapat uang pengganti. Pokoknya, pada hari Ha nanti, semua ayam harus dikerahkan di lokasi Gerakan Budidaya Ayam Sehat dan tanpa terkecuali. Pak Bupati tidak ingin malu pada Pak Menteri dan Pak Bupati sudah menyatakan akan ada seratus ribu ayam.Ratusan pedagang ayam itu pulang. Pendi tak tenang karena masih ingin memastikan harga per ekor ayam. Opik sudah cukup tenang dengan janji Pak Bupati dan Sam lega karena tidak ada pedagang ayang yang ditangkap. Dalam perjalanan ketiganya diam dengan perasaan hati masing-masing sedang pedagang lainnya masih sibut berdebat. Ada yang membahas pertanyaan Pendi, ada yang tenang, ada yang mengeluh karena tak mendapat janji tertulis. Dan sebagian lagi biasa-biasa saja, tak punya pendapat..<br>***Hari yang dinanti-nanti Bupati tiba. Pak Mentri sudah berada di rumah dinas Bupati. Semua tikungan jalan yang akan dilalui Pak Menteri dan Bupati sudah dijaga ketat. Jalur angkutan kota dan bis dialihkan, agar perjalanan Pak Menteri dan Bupati tidak terhambatan. Polisi Pamong Praja siaga penuh di beberapa pasar, guna mengendalikan pedagang ayam yang tidak mentaati aturan Pemerintah hari itu. Sementara, ratusan pembeli hari itu sama sekali tidak mengetahui adanya pengerahan ayam ke lokasi acara Bupati dan Menteri Peternakan. Tak ada satu potong ayam pun di pasar. Ratusan pembeli mulai gelisah. Apalagi yang sedang perlu untuk melakukan acara pernikahan dan syukuran kelahiran anaknya. \u201dPak, kenapa hari ini tidak ada pedagang ayam yang berjualan?\u201dtanya Surti, salah seorang pembeli kepada aparat Dinas Pasar, yang sedang memantau keberadaan ayam. Dia sudah dapat instruksi. setiap ayam yang terlihat di pasar itu langsung disita dan nama serta alamat pemiliknya dicatat.<br>\u201dWah, ibu ini apa tidak tahu. Hari ini semua ayam dikerahkan ke tempat acara Pak Bupati. Di sana juga ada Menteri Peternakan, Bu. Makanya baca koran, Bu,\u201d tegur aparat.<br>\u201dSaya ini tanya soal ayam! Malah nyuruh baca koran! Jadi kalau kita mau membeli ayam bagaimana, Pak?\u201d<br>\u201dHari ini tidak ada jual beli ayam. Besok saja\u201d tegas aparat.<br>\u201dButuhnya kan sekarang, bukan besok. Bapak ini bagaimana?!\u201d sergahnya kesal.<br>\u201dKalau ibu mau ayam hari ini, ambil saja ayam di tempat acara Pak Bupati. Kalau berani,\u201d tantang aparat.<br>\u201dKami semua ini butuh ayam! Siapa tidak berani datang ke tempat Pak Bupati?!&#8221; hardiknya, &#8220;Ayo para pembeli semua.\u201d<br>\u201dEee..jangan ke sana. Nanti kami yang kena semprot!\u201d bujuk aparat.<br>Tapi larangan tak diindahkan. Mereka kemudian konvoi menuju ke lokasi acara. Untuk menempuh perjalanan satu jam, ratusan pembeli terpaksa menyewa mobil ke acara Bupati supaya bisa membeli ayam. Barisan panjang mobil menyusuri jalan protokol di Kabupaten Batanghari. Ada sekitar 10 sampai 15 bis yang disewa untuk membeli ayam di lokasi pencanangan Gerakan Budidaya Ayam Sehat.<br>\u201dPokoknya hari ini aku harus dapat ayam. Kalau tidak, acara pernikahan besok bisa kacau,\u201d ujar pembeli yang tadi bertengkar dengan aparat Dinas Pasar.<br>\u201dAku jugo!\u201d tambah pembeli lain, yang mau menggelar kendurian sunatan anaknya.<br>Tiba di lokasi, acara sudah selesai. Pedagang ayam dan para tamu sudah bubar. Tak ada satu ayam pun di lokasi. Ratusan pembeli makin kesal.<br>\u201dBu, ayamnya sudah dibeli sama Pak Bupati semua. Jadi hari ini tidak ada ayam yang dijual untuk masyarakat,\u201d jelas salah seorang aparat Pemkab yang sedang membereskan kursi dan meja.<br>\u201dMasak sih Bupati mau makan puluhan ribu ayam. Saya hanya butuh 10 ekor,\u201d ujar ibu yang mau mengawinkan putrinya yang berusia 31 tahun.<br>\u201dSaya 5 ekor!\u201d sambung Bapak yang akan menggelar kendurian<br>\u201dSaya 2 ekor!\u201d pekik Ibu lain yang mau meratakan hari ulang tahun perkawinannya yang ke 10.<br>\u201dAnak saya besok mau menikah. Jadi saya hari ini harus membeli 100 ekor ayam!\u201d pekik seorang Bapak yang mau mengawinkan putra sulungnya.<br>\u201dTadi kan sudah saya katakan. Semua ayam sudah dibeli sama Pak Bupati. Jadi silakan bapak dan ibu minta sama Pak Bupati saja. Kalau berani!\u201d tantang aparat Pemda yang mulai merasa terganggu. Baru setengah barisan kursi yang dibereskan dan magrib sebentar lagi menyapa.<br>\u201dHei! Jangan nantang ya. Jangankan Bupati, Gubernur pun saya lawan. Saya ini sekarang sedang butuh. Jangan gara-gara acara dagelan seperti ini, kemudian menelantarkan rakyat kecil. Bupati itu ada karena ada rakyat seperti kami, ngerti?!\u201d pekik Bapak yang butuh 100 ekor untuk pernikahan putra sulungnya.<br>\u201dSekarang kita ke rumah Bupati saja. Saya harus dapat ayam hari ini!\u201d dukung Ibu yang akan mengawinkan putrinya.<br>Ajakan itu spontan saja diikuti ratusan pembeli yang lain.<br>***<br>Di rumah bupati suasana meriah. Para pedagang ayam sedang menyaksikan penobatan Dr. Muhamidin, Bupati Batanghari sebagai Bapak Budidaya Ayam Sehat Indonesia. Tepuk riuh pun menyeruak di halaman kediaman Bupati, ketika plakat diserahkan Pak Menteri kepada Bupati. Sambil bersalaman. keduanya menghadap ke barisan wartawan dan puluhan kilasan blitz membuat wajah keduanya putih cerah. Usai penyerahan, menteri langsung terbang ke Jakarta.<br>Acara usai, para pedagang ayam mulai gelisah. Ratusan pedagang harap-harap cemas; berapa ribu untuk 1 ekor atau sampai belasan ribu. Mungkin puluhan ribu, karena bisa jadi dananya dari anggaran Departemen Peternakan.<br>Belum ada kejelasan, ratusan pembeli sudah tiba merangsek ke rumah dinas Bupati. Para pedagang ayam bingung, dan ayam-ayam juga panik. Halaman rumah dinas Bupati berubah menjadi pasar ayam. Ratusan pembeli melambai-lambaikan uang untuk menegaskan niat mereka membeli ayam, bukan bikin onar apalagi mencuri ayam.<br>\u201dBapak, Ibu, maaf nian. Hari ini semua ayam kami sudah dibeli sama Pak Bupati. Jadi ndak biso nian kalau nak beli sekarang,\u201d jeals seorang pembeli yang yakin ganti rugi dari Pak Bupati pasti lebih tinggi dari harga pasar sehari-hari.<br>Pedagang dan pembeli masih berdebat. seorang aparat Pemkab dengan baju safari abu-abu berdiri di teras rumah Pak Bupati, menggunakan pengeras suara.<br>\u201dSaudara-saudara, sebelumnya minta maaf. Penggantian uang ayam Bapak dan Ibu tidak bisa dilakukan hari ini, tetapi&#8230;&#8230;<br>&#8220;Uuuuuuuuuuuuuh. Bupati pembohong!\u201d<br>\u201dBukan pembohong, tetapi hanya soal waktu saja,\u201d jelas aparat tadi, sambil meninggikan volume alat pengeras suara itu.<br>Tapi ratusan pedagang mengamuk, dan ratusan pembeli awalnya bingung, mau beli tak boleh tapi malah marah-marah. Jadi pembeli juga ikut marah, sudah jalan jauh-jauh menyewa bis masih juga belum dapat ayam.<br>Ratusan pedagang, pembeli ayam ngotot mau masuk ke rumah Bupati tapi ditahan puluhan aparat Pemkab, yang bersafari maupun yang pakai oblong Korpri. Ketika saling dorong mendorong, salah seorang pedagang melempar ayam masuk ke dalam rumah Bupati. Pedagang lainnya ikut melemparkan ayamnya dan aam-ayam pun beterbangan di dalam rumah Bupati.<br>Akhirnya Bupati keluar. Tetapi lemparan ayam tak juga berhenti. Puluhan aparat mencoba menghindarkan ayam dari tubuh Bupati. Tetapi semakin dihindari semakin banyak ayam yang dilempari. Semakin banyak ayam, semakin mundur para aparat dan ratusan ribu ayam akhirnya membenamkan tubuh Bupati. Hingga pedagang dan pembeli sulit membedakan antara ayam dan Bupati.<br>&#8220;Ah jadi kacau. Saya mau beli ayam, bukan bupati!&#8221; ujar Ibu yang mengawinkan putrinya yang berusia 32 tahun.<br>***<br>Tanjung Enim, 17 Juni 2007 &#8211; Februari 2008<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Imron Supriyadi Sepekan lagi, Menteri Peternakan akan berkunjung di Kabupaten Batanghari Sumatera Selatan, untuk meresmikan Gerakan Budidaya Ayam Sehat. Menurut Zaenal, Kepala Humas Pemkab Batanghari, program ini sebagai kampaye kalau di Kabupaten Batanghari tidak ada ayam yang terserang virus Avian Influensa alias Flu Burung. Sebab, maraknya informasi tentang flu burung telah menurunkan penghasilan Pendapatan Asli [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[554,92],"class_list":["post-2823","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cerpen","tag-554","tag-imron-supriyadi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2823"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2828,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2823\/revisions\/2828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}