{"id":2903,"date":"2008-02-15T07:17:01","date_gmt":"2008-02-15T07:17:01","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=2903"},"modified":"2020-07-01T07:24:15","modified_gmt":"2020-07-01T07:24:15","slug":"keep-it-simple-stupid-kiss","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=2903","title":{"rendered":"Keep It Simple Stupid Kiss"},"content":{"rendered":"\n<p>Presiden Hayat<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBoleh tahan nih Pak Hayat, jam nya kuning\u201c ledek kolegaku selesai meeting di kantornya di Kalimantan. Tangan kiriku dipegangnya dan cekikikan melihat jam plastik Levis LTB 1302. Mata keranjangku juga disuguhi Rolex GMT 1675 yang melingkar angkuh di pergelangan tangan kanannya. Kami beriringan menuju mobilnya yang akan mengantarku ke hotel.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKemarin jam-ku jatuh kelaut pak, ketika melompat dari speed boat,\u201c jawabku.<br>\u201cSebelum itu, sepatu reebok kesayanganku juga diembat maling ketika sholat ashar di mesjid. Ada saja yang hilang setiap kali kesini.\u201c<\/p>\n\n\n\n<p>Gantian aku yang cekikikan. Tapi otak-ku berkerut-kerut bertanya-tanya kenapa respon spontanku yang muncul seperti itu. Jamku memang jatuh ke laut, sepatuku juga memang benar diembat maling sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ttetapi kenapa aku tidak menjawab: &#8220;aku memakai jam ini karena aku suka.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Bukankah itu lebih jelas, Lebih simpel dan lebih percaya diri?<br>***&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br>&nbsp;<br>Setelah menjabat tanganku, driver baru dihadapanku berkata: \u201cSelamat pagi pak, nama saya anu, saya tidak merokok tetapi minum iya!\u201c<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tersenyum. Sebuah pembuka pembicaraan yang tidak biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya disuruh bertemu Bapak. Saya ingin bisa komputer. Tolong Bapak bisa mengajari saya,\u201c bahasa tubuh dan intonasinya sangat mantap. Jelas, simpel dan percaya diri.<br>***<\/p>\n\n\n\n<p>Jelas apa yang ingin diinginkan. Percaya diri, fokus, bernyali besar, tidak muter-muter dalam berbicara, simpel, dan pantang menyerah adalah sederet sifat dan sikap pemandu jalan menuju sukses yang belum aku <em>manage<\/em> dengan baik. Mungkin kalian juga.<\/p>\n\n\n\n<p>Ego, gengsi, takut dikatain norak dan mudah menyerah telah merampas dan menyembunyikan sifat dan sikap kunci peti harta karun tersebut. Kita terlalu malas untuk merebutnya dan lebih senang berkompromi dengan ego, gengsi, dan perasaan nyaman sehingga kita mudah terkecundang. Ya <em>become a looser!<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dan sifat<em>sontoloyo<\/em> ini akan mengubur kesuksesan yang kalian idam-idamkan. Gara-gara sifat terkutuk&nbsp;<em>overdome kowe orang inlander<\/em> tersebut, peluang bagus atau keadaan yang kita cita-citakan bisa hilang ditelan malam, ditelan macan atau ditelan apalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang yang gengsi jadi pedagang rokok, malu berjualan sabun, takut dibilang <em>katro<\/em> kalau jualan ayam goreng. Atau segan bikin warung karena malas bersaing. Tapi, anehnya semua manusia yang gengsi tadi ingin sukses jadi orang kaya,<em> kabeh pengen<\/em> s<em>ugih blegedhu duite sak eret-eret. Lho piye to?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bukankah dalam daftar 10 besar orang terkaya di indonesia didominasi oleh pengusaha-pengusaha rokok? Bukankah Mariana, Tamara, Dian Sastro, dan Febi Febiola dikontrak sebagai bintang iklan dengan bayaran &#8211;yang saya yakin tidak sedikit &#8212; gara-gara bisnis sabun? Atau itu siapa yang punya Wong Solo, yang bisa punya istri banyak dari jualan ayam goreng?<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau cita-citanya ingin jadi orang kaya, tidak ingin dianiaya kemiskinan, kenapa masih gengsi untuk berjualan? Kenapa tidak berdagang sedini mungkin? Kenapa tidak menfokuskan energi menuju sana? Bukankah 9 dari 10 pintu rezeki adalah dagang?<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau cita-citanya jadi penyanyi, ya jelas dan simpel aja.<em> Idem ditto<\/em>. Fokuskan energi dan larilah kearah sana. Tanpa belajar dan latihan keras hanya akan menyiksa nada.<\/p>\n\n\n\n<p>Betapa banyak orang yang tidak jelas di dunia ini. TJ, begitu aku menyebutnya. Tidak tau ingin apa, bahkan nggak tau mau kemana. Untuk mengikuti kata hati saja tidak berani dan selalu ikut arus.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Haruskah kita tunduk dan selalu berlutut pada keadaan yang dibuat oleh para tiran anak buah Prof.Dr.Setan?<\/p>\n\n\n\n<p>Ironisnya, dalam beberapa hal, saat ini aku masih termasuk anggota sekte itu.<br>***<\/p>\n\n\n\n<p>Telepon kututup. Bekas <em>driver<\/em> di kantorku yang lama &#8211; yang mau belajar komputer tadi&#8211; ngin mentraktirku makan. Dia sekarang jadi supervisor. Sedangkan aku kembali sibuk<em> ngeles<\/em> sana sini, berkilah dan sok puitis. <em>Let the water run<\/em>, biarlah hidupku seperti air mengalir.<\/p>\n\n\n\n<p>Ya.Semoga airnya tidak mengalir ke got yang busuk yang penuh tikus segede-gede kucing. Semoga airnya tidak jatuh ke sungai terkutuk yang bau pesing dan tercemar limbah.<br>***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Hayat \u201cBoleh tahan nih Pak Hayat, jam nya kuning\u201c ledek kolegaku selesai meeting di kantornya di Kalimantan. Tangan kiriku dipegangnya dan cekikikan melihat jam plastik Levis LTB 1302. Mata keranjangku juga disuguhi Rolex GMT 1675 yang melingkar angkuh di pergelangan tangan kanannya. Kami beriringan menuju mobilnya yang akan mengantarku ke hotel.\u00a0 \u201cKemarin jam-ku jatuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[566,176],"class_list":["post-2903","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-memoar","tag-566","tag-presiden-hayat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2903"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2905,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2903\/revisions\/2905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}