{"id":3274,"date":"2003-11-18T00:48:00","date_gmt":"2003-11-18T00:48:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=3274"},"modified":"2020-07-02T00:49:54","modified_gmt":"2020-07-02T00:49:54","slug":"entah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=3274","title":{"rendered":"Entah"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Hendri Kremer<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Terkadang sepi seperti menikam, terkadang seperti mau bertandang ke demensi lain. Meski tidak berjamah yang pasti aku bukan siapa-siapa lagi. Datang tak diundang meski sengatan semakin dalam. Bunuh mimpi dalam kenangan, duduk berhadapan. Bertanya, kebingungan, karena terlalu banyak orang pandai berkata-kata.<\/p>\n\n\n\n<p>Pekan ini, bunga merekah. Tak, tau telah seminggu aku mengungguli. Cuman pasti, aku begitu seda dan sunyi. Tenggorokanku kering, hawa panas meringis. Ku caci alam ini, namun tak kutemui.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila teringat susah di sana sini. Mungkin aku bukan manusia lagi. Dimanakah ku kini, berdiri dalam mimpi atau sepi. Tak mungkin lagi, bait ini kutulis tanpa pikir dan renungan di hati. Yang kutahu hanya mengalir, tanpa arti. Bukan hanya sekian kali, tapi beribu kali.<\/p>\n\n\n\n<p>Mungkin manusia terlahir untuk tidak berdiri di bumi, tapi untuk menggapai mimpi para pendahulu yang tak kunjung sampai. Teringat aku, kisah mertuaku, Mestinya, hidup iku mati dalam wayang yang selalu bergoyang. Mengikuti irama dalam sekam, mesti mati dalam arti hidup. Perenungan bukan ketegangan, perenungan adalah bait diri. Mungkin berminggu-minggu, mungkin berbulan-bulan, atau mungkin bertahun-tahun menjalankan hidup ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Cemara di depan rumah, kering sebagian tak kuhiraukan dulunya. Tapi, kini ia tumbuh menunjukan diri. Mengakui kehadirannya. Aku tercenung sebentar. Indah rupanya, di mana aku berdiri seperti aku lupa sekililingku, ada tumbuhan yang melindungi. Rumah pertamaku kutanami dengan pohon jambu air, entah kini sudah tumbuh besar dan subur, mungkin?<\/p>\n\n\n\n<p>Kutinggalkan semuanya, setelah bumi ini gonjang-ganjing tak menentu. Aku tinggalkan semuanya, termasuk diriku yang lama dan tak menyatu. Mencari lagi, tak berhenti mengulang kata. \u201cKemana aku kau bawa kini, dingin\u2026,\u201d gumamku.<\/p>\n\n\n\n<p>Manik-manik pantulan lautan di selat Phillip yang berbatas langsung dengan Singapura terhampar dari kejauhan. Terlempar aku, kala itu kau dengan dingin senyum berbagi memeluku tanda kasih. Cinta yang tak pernah kau temui, cinta yang berkecamuk dari hati, sedih, sendiri, sepi, dan mati.<\/p>\n\n\n\n<p>Terus kita lalui, sampai akhirnya kita menangis kehilangan mutiara di hati. Terkubur dalam bayangan indah kilatnya semangat. Kau dan aku tidak akan pernah mati entah apa pun bahasanya kini, yang pasti gelayut di sukmaku tak pernah pergi. Kembalikan manik-manik itu lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan tulus diriku mencintai,\u201d itu ucapmu yang terdalam. Aku tergurai, terbelah, tertunduk, tertampar, terpukul, dan seketika itu aku sadari aku tidak bernyawa untuk sesaat ini. Butuh kekuatan untuk menjawab. Entah kenapa, harus kulalui lorong ini. Mungkin harusnya kita tak pernah mau tinggal di bumi. Mestinya, kita berdua dan mutiara bahagia di demensi lain lagi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hendri Kremer Terkadang sepi seperti menikam, terkadang seperti mau bertandang ke demensi lain. Meski tidak berjamah yang pasti aku bukan siapa-siapa lagi. Datang tak diundang meski sengatan semakin dalam. Bunuh mimpi dalam kenangan, duduk berhadapan. Bertanya, kebingungan, karena terlalu banyak orang pandai berkata-kata. Pekan ini, bunga merekah. Tak, tau telah seminggu aku mengungguli. Cuman pasti, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[628,630],"class_list":["post-3274","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-628","tag-hendri-kremer"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3274"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3275,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3274\/revisions\/3275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}