{"id":4557,"date":"2020-10-19T17:49:58","date_gmt":"2020-10-19T17:49:58","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=4557"},"modified":"2020-10-19T17:49:59","modified_gmt":"2020-10-19T17:49:59","slug":"sapardi-adalah-puisi-yang-tak-pernah-mati-norrahman-alif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=4557","title":{"rendered":"Sapardi Adalah Puisi Yang Tak Pernah Mati  &#8211; Norrahman Alif"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-normal-font-size\">kau tak akan pergi<br>hidupmu akan abadi<br>pada larik-larik puisi ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">tak akan ada kata mati<br>pada jalan hidup penyair<br>sebab sapardi adalah bahasa<br>yang menunda-nunda&nbsp;<br>kematian dengan puisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">sapardi adalah puisi yang&nbsp;<br>melahirkan anak-anak penyair<br>melankolis. setiap hari, setiap&nbsp;<br>tahun penyair lahir ke dunia&nbsp;<br>untuk menyatakan patah hatinya&nbsp;<br>pada hidup, pada kekasih&nbsp;<br>pada puisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">tak lain sapardi adalah puisi yang&nbsp;<br>berjalan ke tengah carut-marutnya&nbsp;<br>perasaan, hati dan kerinduan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">dan penyair tak cukup dikenang kenyataan<br>sebab puisi adalah kenyataan itu sendiri: abadi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>*** <em>2020-Juni<\/em><\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#47a37e\" class=\"has-text-color has-medium-font-size\"><strong>Sapardi Adalah Lonceng Bulan Juni<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">sapardi adalah duka waktu,<br>jerit marsinah dan derai<br>hujan bulan juni.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">ialah pencatat demam cinta,&nbsp;<br>tukang arsip kata-kata<br>dan peladang puisi-puisi<br>demi sepiring arti masa tua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">mukanya boleh keriput,<br>keningnya setia melipat pori-<br>pori masa lalu yang kalut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">namun jiwanya tak pernah&nbsp;<br>bungkuk, hidupnya enggan takut&nbsp;<br>pada maut merenggut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">sebab tiap pagi jiwa masa<br>muda dilahirkan ke dunia&nbsp;<br>sebagai sapardi yang lain<br>sebagai puisi yang lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>*** <em>2020-Juni<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#47a37e\" class=\"has-text-color has-medium-font-size\"><strong>Sapardi Abadi Dalam Puisi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">yang fana bukan waktu sapardi. tapi hatimu yang abadi di liang puisi. pada minggu berkabung di sela-sela kata hidup dan mati. cintaku mencari&nbsp;rempah-rempah doa untuk membujuk maut luput merenggut agar kau hidup walau sedetik sekadar sempat menulis puisi liris paling manis. ternyata tuhantak gampang dibujuk dengan doa atau puisi. pada akhirnya kau sampai pada&nbsp;batas paling nyeri \u2013dimana hidup tak lagi menyertaimu untuk menulis puisi lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">sebab mati adalah takdir paling abadi&nbsp;yang dicemaskan oleh setiap hati<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">kini jasadmu boleh pergi: kembali ke asal-mula kenangan manusia berdiri:debu. tapi masih tak kurelakan jiwamu pergi \u2013kan abadi pada larik-larik puisi ini. karena terlalu picik dunia ini, bila setiap yang mati hanya untuk dilupakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">tapi tidak dengan penyair. penyair mati meninggalkan hidup dalam puisi. sementara bajingan meninggalkan rasa benci yang abadi pada&nbsp;masing-masing hati yang telah terlukai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-normal-font-size\">maka maafkan aku tak bisa. hanya dari kamar kehilangan ini,&nbsp;larik-larik puisiku berangkat melayat dengan membawa seikat doa untuk sang pencipta \u2013agar kau masih sempat mempuisikan bidadari bermata bianglala di surga.<\/p>\n\n\n\n<p>***<em> 2020<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Norrahman Alif<\/strong>, <em>lahir di Jurang Ara \u2013Sumenep \u2013 Madura. Menulis puisi dan resensi di Lesehan Sastra Yogyakarta. Beberapa karyanya  bisa dinikmati di Media Indonesia, Republika, Kedaulatan Rakyat,&nbsp; Suara Merdeka, Rakyat Sultra, Tempo, Padang Ekspres, dll. Buku puisi pertamanya &#8216;Mimpi-Mimpi Kita Setinggi Rerumputan&#8217; (sublimpustaka-2019).&nbsp;<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>kau tak akan pergihidupmu akan abadipada larik-larik puisi ini. tak akan ada kata matipada jalan hidup penyairsebab sapardi adalah bahasayang menunda-nunda&nbsp;kematian dengan puisi. sapardi adalah puisi yang&nbsp;melahirkan anak-anak penyairmelankolis. setiap hari, setiap&nbsp;tahun penyair lahir ke dunia&nbsp;untuk menyatakan patah hatinya&nbsp;pada hidup, pada kekasih&nbsp;pada puisi. tak lain sapardi adalah puisi yang&nbsp;berjalan ke tengah carut-marutnya&nbsp;perasaan, hati dan kerinduan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[808,825,822,823,809,824,821],"class_list":["post-4557","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-ceritanet","tag-edisi305","tag-norrahman","tag-norrahmanalif","tag-puisi","tag-sajak","tag-sapardi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4557"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4568,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4557\/revisions\/4568"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}