{"id":490,"date":"2018-01-21T14:10:00","date_gmt":"2018-01-21T14:10:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=490"},"modified":"2020-06-26T14:13:08","modified_gmt":"2020-06-26T14:13:08","slug":"jangan-reply-all","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=490","title":{"rendered":"Jangan REPLY ALL!!!"},"content":{"rendered":"\n<p>Dua tahun lebih kerja, baru sekali ini aku, akhirnya, menikmati perbincangan panjang di grup email kantor, yang sama sekali tak ada urusan dengan kerjaanku sehari-hari. Sempat juga bingung, kok bisa aku masuk ke grup itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak grup email di kantor sekarang: kontraktor perminyakan dengan sekitar 700-an karyawan dan kantor cabang kecil di beberapa kota, selain Jakarta. Bahkan aturannya adalah tidak membahas urusan kerja resmi apapun di luar email kantor, bertolak belakang dengan kantor sebelumnya, yang mengharuskan masuk grup WA kantor untuk siap menerima pesan \u2013dan membalasnya, kalau harus dan juga kalau mau- setiap detik.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Di sini membahas secara tertulis urusan kerja harus lewat email kantor, atau, kalau mendesak, telepon langsung. Titik.<\/p>\n\n\n\n<p>Bos besar mengingatkan lagi aturan itu dalam rapat umum akhir tahun, forum tempat aku melihatnya langsung dua kali. Sosoknya kaku, mata tajam terfokus, langsing tapi tegap \u2013orang bilang pak bos joging 5 km tiap ada waktu luang- dan auranya dingin namun \u2013kata banyak karyawan pula- hatinya baik: sabar mendengar dengan penuh perhatian.<\/p>\n\n\n\n<p>Konon salah satu alasan harus menggunakan email kantor adalah bos tak mau rahasia-rahasia kantor jadi lebih berisiko bocor ke luar, namun versi lain bilang dia tak mau orang masih mikirin kerja di luar kantor \u2013\u201ckalau cuma bocor, emangnya email kantor nggak bisa dibobol,\u201d celutuk Andi, tetangga meja kerjaku.&nbsp;<br><\/p>\n\n\n\n<p>Ada juga versi yang agak aneh, karena takut kelak karyawan menagih biaya kalau kebanyakan urusan kerja dibahas di WA di telepon pribadi masing-masing. \u201cNanti pada minta telepon, lengkap sama tagihan bulanannya,\u201d kata Tini di meja seberang.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Apapun versinya, jadi banyak grup email di kantor. Karena di bagian arsip dan dokumentasi, tak banyak rasanya grup email yang aku masuk. Selain sesama sebelas karyawan plus pimpinan unit, ada juga yang gabung sama bagian hukum, unit produksi, dan para sekretaris direktur.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, misalnya, masuk satu email \u2018boleh minta tolong kopi dokumen kontrak\u2026 (tak boleh disebut persisnya)\u2019 maka salah satu dari kami yang kosong akan me-Reply All: \u2018segera\u2019 atau \u2018siap laksanakan\u2019 atau \u2018perlu kapan?\u2019 maupun \u2018hard copy atau attachment?\u2019. Si pemohon tenang dan kami juga tahu kalau sudah ada yang mengerjakan.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Nah tadi, balik dari makan siang, kulihat ada barisan panjang email berjudul \u2018Mohon akses\u2019. Apa pula ini? Tapi aku harus memastikan tidak ada permintaan kerjaan-kerjaan mendesak: benar tidak ada.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Kubukalah dari yang paling bawah, naik satu persatu. Mulai dari pingin tahu akupun terbawa menjadi agak kesal menyaksikan kok orang-orang dungu berat, lantas terhibur karena lucu, namun sempat kecewa karena lucunya pelan-pelan habis, sebelum akhirnya muncul rasa lega.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Persis seperti nonton film-film laris Hollywood.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Beginilah email-email itu, beberapa tanpa nama karena merasa tak perlu lagi sopan santun dan toh sudah muncul langsung di kepala email. Juga dengan catatan yang terlintas di benak usai membacanya.<br>______________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Salam,<br><br>Dua minggu lalu, saya pindah ke produksi dan tidak bisa masuk ke akses Pembelian. Saya perlu akses mendesak dan sudah kontak bagian IT tapi mereka bilang, harus lapor ke atasan, yang bilang tidak tahu menahu.<br>Ada yang tahu kemana ya saya harus minta aksesnya.<br>Arifin<br>________________________________<br><\/p>\n\n\n\n<p>Halo Arifin<br>Saya cek segera ya. Mohon bersabar<br>Salam,<br>Dina<br>HR<br>_________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Halo lagi Arifin<br>Baru sadar Anda di kantor Dumai rupanya, saya cuma bisa untuk yang di Jakarta untuk kasih otoritas ke Pembelian tapi akan saya cari tahu siapa yang bisa kasih akses untuk kamu.<br>Salam,<br>Dina<br>HR<br>__________________________________<br><\/p>\n\n\n\n<p><em>*. Entah kenapa si Dina HR ini me-Reply All lagi email keduanya, mestinya biarkan sajalah jadi urusan mereka berdua.Tapi mungkin juga si Dina semacam mengumumkan ke 700-an karyawan lain bahwa dia cuma ngurusin Jakarta. Dan pikiranku sejalan dengan si Johan, entah siapa dia aku tak tahu, tapi hampir pasti sedang tak banyak kerjaan juga kayak aku.<\/em><br>_______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Boleh nggak jangan di-Reply All!<br>Johan<br>_____________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Johan, gua juga kadang ngalamin kayak gitu. Coba matikan dulu komputermu dan masuk ke Pembelian pakai login desktop-mu. Kalau nggak bisa juga minta ke IT supaya diresetnya.<br>Kalau nggak jalan juga, gua saranin ngubungin e keuangan.<br>Makasih<br>Andin<br>________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Saya tidak perlu akses! Saya minta jangan klik Reply All!<br>Johan<br>________________________________<\/p>\n\n\n\n<p><em>*. Si Johan ini juga sudah sama gobloknya. Email si Andin \u2013yang kurasa bingung salah tulis karena maksudnya Arifin- juga di reply all-nya. Mungkin makin kesal dia, sama seperti aku. Cuma kutahan diri supaya tidak usah ikut campur, biar saja jadi pengamat.<\/em><br>__________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Tolong dong, gua nggak usah dapat kopi email ini<br>_____________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Gua juga<br>Tongam<br>______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Sekali lagi <strong>SETOP!!!<\/strong><br>_______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Lu juga nggak usah Reply All dong, Julian!<br>________________________________________<br><\/p>\n\n\n\n<p><em>*. Di titik ini Arifin dan Dina sudah menghilang. Kuduga mereka sudah berjapri dan bisa jadi masalah aksesnya sudah terpecahkan, tak sadar ekor mereka berdua masih memanjang.<\/em><br>__________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Keluarkan gua dong dari grup ini, pleaseeeee\u2026.<br>Maria Rumondang<br>Finance Department<br>PT (<em>detail nama perusahaan dan nomor telepon harus dihapus<\/em>)<br>_____________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan segala hormat,<br>Saya tidak ada urusan dengan pembelian, jadi yang memasukkan saya ke dalam grup ini mohon mengeluarkan juga secepat mungkin.<br>Terimakasih<br>Dora<br>_____________________________________<br><br>Nggak usah dibuat rumit\u2026 nggak usah baca, langsung delete.<br>_______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>lu kok baca juga sis\u2026<br>Ahmad<br>________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Cuma ngusul<br>________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Whatever\u2026. Do not Reply All!!!!<br>____________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Arifin,<br>Sudah cek ke orang keuangan? Saya sudah ke IT dan mereka bilang tak ada login khusus tapi yang dipakai biasa. Jadi mungkin soal otoritas login.<br>Dina<br>HR<br>__________________________________________<br><\/p>\n\n\n\n<p><em>*. Bah ternyata Dina belum juga berjapri sama si Arifin karena dia muncul lagi. Dungu? Atau mungkin dia kategori orang keras kepala, &#8216;lu kasar sama gua, nggak peduli, Ini urusan kantor dan gua justru harus kerjakan&#8217;.<\/em><br>___________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Bolehkan minta tolong, tidak usah reply all lagi.<br>Kunang<br>__________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p><strong><u>Kalau mau ngontak orang tertentu bisa cari di address book Outlook<\/u><\/strong><br>_______________________________________<br><\/p>\n\n\n\n<p>Arifin-nya salah, gua dari safety, nggak ada urusan. Japrinya jangan ke gua.<br>_________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>ye kasih tau aje di japrinya itu, kok malah reply all<br>______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>*. Persis, aku sepakat dengan si Hendi, bukan karena di kawan futsal, tapi ya reply-lah email yang salah itu, kok malah ngadu ke Reply All lagi. Ngaco. Tergoda lagi aku ngemail ke Arifin yang salah itu -yang entah siapa dia-: &#8216;pake otak dong bos&#8217;. Tak jadi karena semakin menikmati pula aku mengamati dan berkomentar tanpa harus bikin front langsung sama orang-orang tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>______________________<\/p>\n\n\n\n<p>Yok email gua yang ini dijadikan yang terakhir Reply All<br>Bandowo<br>________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>setuju, tapi sekalian cabut nama gua dari grup ini yo<br>_________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Me too, me too<br>Kartini<br>_______________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Me three<br>Ardian<br>___________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Unsubscribe saja lagsung. Tulis unsubscribe di kolom judul<br>Reni Wijaya<br>PA to Director of Finance<br>PT (tak boleh ditulis)<br>_______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Me four atau udah sampai Me ayam&#8230;<br>______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak lucu<br>Ian<br>_______________<\/p>\n\n\n\n<p>@Reni: Nggak bisa, tadi udah gua coba masih lanjut juga<br>Hendra<br>________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Di kantor ini, kalau nggak salah ada 700-an orang. So kalau nulis email di grup ini pikirkan apakah relevan nggak sama semua 700-an itu. Kalau nggak, ya jangan bro\/sis. Kok susah banget<br>_______________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Dari 700 itu banyak yang anak jaman old&#8230; nggak bisa nggak reply all.<br>Vera<br>_________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Cie cie, anak jaman now ni ye Vera<br>___________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Dibandingin yang lain &#8216;Tri<br>Vera<br>____________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>*. Ini si Vera sama Astri rasanya sudah sama seperti aku dan beberapa yang lainnya, jadi asyik sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>_______________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Ini orang IT kemana sih\u2026<br>Basaria<br>_______________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Maaf,<br>Grup ini bukan dibuat IT dan bukan wewenang kami mencabut nama dari daftar. Kami cuma pelaksana.<br>Beni<br>IT Support<br>_______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>*. Haiya orang IT langsung cuci tangan tak mau dituding-tuding.<\/p>\n\n\n\n<p>____________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Keluarin gua dong\u2026mohon., Udah ngeesalin banget nih<br>_______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Aku jangan dikeluarin, mulai asyik\u2026.<br>Pantas<br>_____________________________<\/p>\n\n\n\n<p><strong>SAYA INGIN KELUAR DARI GRUP INI. MINTA TOLONG.<\/strong><br>Helen Ismanti<br>_____________________________<br><br>\ud83d\ude42 botul kali Pantas\u2026 awak juga mulai sor<br>Situmorang<br>_______________________<\/p>\n\n\n\n<p>Makin ngeselin kalau dijadikan canda!<br>_______________________<\/p>\n\n\n\n<p>Gua juga rasanya juga mulai asyik\u2026 jarang-jarang ngobrol santai gini sama kawan sekantor<br>Pinta<br>___________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Mohon jangan Reply All!<br>Imran<br>________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang ogut benar-benar pingin tahu pegimane caranya si Arifin bakal dapat akses ke tadi&#8230; \ud83d\ude42<br>_______________________________<br><br>Gua nggak\u2026 cuma pingin tahu caranya ke luar dari sini<br>_______________________________<br><\/p>\n\n\n\n<p>Sama<br>D<br>__________________________<br><br>Di bawah tombol <strong>HOME<\/strong> ada label <strong>IGNORE<\/strong>. Klik itu jadi semua email judul ini langsung masuk sampah.<br>Gerald<br>_____________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi gua mau lain kali nggak kemasukan email tak jelas kayak gini. Jadi keluarin dong gua\u2026<br>Ani<br>____________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Beneran\u2026 ikut asyik bacanya.<br>_____________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Kawan-kawan, pada tahu nggak ketika minta dikeluarkan dari grup ini, ente juga membuat onar dengan mengirim Reply All. Jadi jangan Reply All! Ntar pelan-pelan juga bakal berhenti. Maka dengan demikian oleh karena itu stop.<br><br>Jane, cuma sekali<\/p>\n\n\n\n<p>PS: Maaf kirim ke Reply All biar semua tahu: stop!<br>_______________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>INI NGESELIN BANGET. BISA NGGAK ADA YANG NGELUARIN GUA. TOLONG BANGET<br>_____________________<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan hormat,<br>Anda mendapat email ini karena masuk dalam daftar Grup Pembelian, yang sebenarnya sudah tidak aktif lagi.<br>Oleh karena itu mohon jangan REPLY ALL lagi. Jika Anda tetap REPLY ALL maka tidak akan henti-hentinya email akan terkirim ke 700-an penerima lebih.<br>Sekali lagi grup ini sudah tidak beroperasi dan sudah dimatikan namun jika Anda REPLY ALL masih tetap berlanjut untuk email yang satu ini.<br>Terimakasih atas kerjasamanya<\/p>\n\n\n\n<p>Supriyadi<br>Kepala Bagian Umum<br>PT\u2026. (dihapus)<br>___________________________________________<br><br>Akhirnya\u2026.<br>___________________________________________<br><br>Lama banget Mas Supriyadi munculnya<br>D<br>__________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Come on\u2026 stop! Back to work!!!<\/strong><br>__________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Aye sir\u2026<br>Totok<br>__________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Nggak nyangka ya kantor ini banyak orang ndablek\u2026 JANGAN REPLY ALL!<br>Frida<br>___________________________________________<br><br>Ngaca dong mbak\u2026.<br>______________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Tenang-tenang\u2026 jangan sampai esmosi<br>D<br>___________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p><em>*. Hebat. Beberapa orang memang punya energi berlebihan, bisa memperpanjang urusan sampai tak ada ujungnya. Dan setelah pesan Bahasa Inggris, bentar lagi bakal muncul Bahasa Jawa atau Belanda\u2026<\/em><br>_______________________________________________<\/p>\n\n\n\n<p>Salam,<br>Mohon ini menjadi email terakhir. Jangan ada satupun lagi yang membalas.<br>Terimakasih<\/p>\n\n\n\n<p>Rina<br>PA to President Director<\/p>\n\n\n\n<p>PT&#8230; (dihapus)<br>________________________________________________<br><br>Ah lagi nunggu Bahasa Jawa atau Bahasa Belanda malah selesai sudah urusannya. Akupun tertanya-tanya apakah pesan itu dari Pak Bos beneran atau prakarsa Rina doang.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga ada sedikit kecewa, perasaan yang serupa dengan masa kecil dulu, ketika masih asyik main bola sore-sore malah harus berhenti karena ada beberapa anak yang sudah dipanggil ibunya pulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tutup layar Outlook dan kembali ke rencana awal: selepas makan siang aku rencananya mau meneruskan riset kecil tentang produksi minyak Irak dalam 10 tahun terakhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Cuma sekali-kali kuintip juga Outloook, siapa tahu masih ada yang Reply All lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untunglah \u2013ah&#8230;. sialnya- tak ada.<br>***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua tahun lebih kerja, baru sekali ini aku, akhirnya, menikmati perbincangan panjang di grup email kantor, yang sama sekali tak ada urusan dengan kerjaanku sehari-hari. Sempat juga bingung, kok bisa aku masuk ke grup itu. Banyak grup email di kantor sekarang: kontraktor perminyakan dengan sekitar 700-an karyawan dan kantor cabang kecil di beberapa kota, selain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[55,15],"class_list":["post-490","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cerpen","tag-55","tag-liston-siregar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=490"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":491,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/490\/revisions\/491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}