{"id":5546,"date":"2021-08-14T17:30:42","date_gmt":"2021-08-14T17:30:42","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=5546"},"modified":"2021-08-14T17:30:44","modified_gmt":"2021-08-14T17:30:44","slug":"pagi-hari-di-sebuah-kotak-khanafi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=5546","title":{"rendered":"Pagi Hari di Sebuah Kotak &#8211; Khanafi"},"content":{"rendered":"\n<p>aku ingin bangun pagi hari, melihat lampu kota putih memecahkan pemandangan gedung-gedung, pintu yang masih tertutup dan beberapa mimpi yang lembur menjelang tidur, udara yang letih mengembalikan napas, kendaraan yang melintas dan menyelinap bebas, dalam sisa embun terakhir yang telah bercampur debu, kudengar lagu lelap yang lamat-lamat tidak tentram terputar di sebuah toko dua puluh empat jam, di sana kaca memasangkan bayangan yang sebentar lagi akan menjadi terik, yang sebelumnya sepi terasa akan jadi melimpahi isi langit dan awan-awan yang menyebar ke atas bukit, perlahan-lahan suara ribut juga memencar pagi itu bersama burung-burung yang terlelap di kabel-kabel listrik menemani gigil, kepak itu terdengar sayup dan hanyut seakan bunyi mengiba dari hari-hari kemarin yang berubah cepat, masih akan kutemukan pagi dengan seratus masa lalu yang menjadi pemangsa.<br><br><br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-text-color has-medium-font-size\" style=\"color:#47a37e\"><strong>Jajan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">bawakan aku sebuah buku catatan yang selama ini kosong, di dadaku mimpi itu masih bercerita, matanya yang kuyu dan beberapa lapar yang terus membolongi perut ikut juga membuat kantong hampa kupesan jajan pinggir jalan dan kukunyah hati yang telah habis digerutu.<br><br><br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-color has-medium-font-size\" style=\"color:#47a37e\"><strong>Paralel<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>aku adalah sebuah kota yang kering, hatiku hening yang sudah lepas dari memantulkan kerendahan hati, hari-hari di sana tanpa seorang ibu dan aku sangat sesak mendengar langkah kaki berjibun, berbulan-bulan di hari libur semua hiburan telah menghilangkan ketenangan, kenanganku satu-satunya adalah kalah, dan kini aku harus tinggal dalam sebuah kantong penyimpan uang, seperti dalam hutan di mana tak seorang pun melihat kebuasaanku bisa mencabik seseorang atau membunuhnya dalam tidur, lampu jalan menggantungku sendirian, dan ketika seorang gelandangan bangun membawa langkahnya yang berat ke kebebasan, mimpi-mimpi sudah terlanjur panas di antara pepohon harapan yang gersang, tapi ia masih sempat tertawa padaku, karena orang-orang yang melintas pandai sekali mengoceh dan memaki, di mata seorang bocah masih meleleh beberapa rasa asing, mobil-mobil yang hanyut dan bayangan masa depan yang suram, ia ingat seorang guru menceritakan tentang papan-papan iklan yang berjejer di sepanjang sudut jalan kota, ketika ia melintas di usia yang sudah dua puluh lima, mungkin akan dibayangkannya betapa nikmat gambar-gambar di kotak-kotak itu keluar dan membuatnya menjadi orang pada umumnya; pergi ke kantor membuat laporan kerja dan jam sibuk yang memulangkannya kembali pada masa kanak-kanak yang jauh, dan dalam dinding-dinding yang hampa itu, ia cuma membayangkan kedua orang tuanya di seberang penglihatan tengah tidur menahan sakit, bau tanah sebelah rumahnya yang masuk ke rumah, dan lamunan itu tak bisa meninggalkan senyum palsu pada kerdip lampu di komputernya, sedangkan kertas-kertas yang telah berisi kata-kata tak bermakna masih bicara tentang nasib. kadang-kadang aku sedih melihatnya duduk tidak bahagia di kantornya yang kosong, jam dinding yang membuat pening, hingga beribu-ribu suara yang memecahkan telinga dan jendela mengusam itu, debu-debu beterbangan dalam otakku bersama kesedihan cuaca, entah ke mana kemudian ia melambaikan tangan ketika malam-malam mengetuk langkah yang tergesa itu.<br>***<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Khanafi<\/strong>, <em>lahir di Banyumas, Jawa Tengah. Tulisan-tulisannya berupa puisi dan cerpen tersiar di beberapa media massa baik daring maupun cetak, seperti: Detik.com, Maghrib.id, Koran Tempo, Kompas.id, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Radar Banyuwangi, Radar Banyumas, dll, serta terikut dalam berbagai buku antologi bersama. Penulis berkhidmat di Forum Penulis Solitude. Sehari-harinya bekerja sebagai editor lepas dan penjual buku lawas. Buku kumpulan puisi yang akan cetak bertajuk Akar Hening Di Kota Kering (FPS: 2021) diterbitkan secara indie. Sekarang bolak-balik Purwokerto-Yogyakarta sembari merampungkan novelnya dan sebuah buku kumpulan cerpen. <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>aku ingin bangun pagi hari, melihat lampu kota putih memecahkan pemandangan gedung-gedung, pintu yang masih tertutup dan beberapa mimpi yang lembur menjelang tidur, udara yang letih mengembalikan napas, kendaraan yang melintas dan menyelinap bebas, dalam sisa embun terakhir yang telah bercampur debu, kudengar lagu lelap yang lamat-lamat tidak tentram terputar di sebuah toko dua puluh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1015,937,1018,809,824],"class_list":["post-5546","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-edisi345","tag-khanafi","tag-pagiharidisebuahkotak","tag-puisi","tag-sajak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5546","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5546"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5551,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5546\/revisions\/5551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}