{"id":5717,"date":"2021-11-14T19:04:53","date_gmt":"2021-11-14T19:04:53","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=5717"},"modified":"2021-11-14T19:04:55","modified_gmt":"2021-11-14T19:04:55","slug":"anima-animus-wawan-kurniawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=5717","title":{"rendered":"Anima Animus &#8211; Wawan Kurniawan"},"content":{"rendered":"\n<p>dalam diriku yang lain<br>bermukim setangkai&nbsp;<br>bunga merah&nbsp;<br>dengan tiga helai daun<br>juga duri-duri&nbsp;<br>yang melekat di tubuhnya<\/p>\n\n\n\n<p>saat dedaunan gugur di musim baru<br>aku menemukan diriku menjadi haru<br>meski duri kian tajam memanggil darah<br>yang keluar dari kedua mataku hari ini.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>tak perlu ada yang paham, siapa di antara kita<br>yang terluka dan bahagia.<br>***<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-text-color has-medium-font-size\" style=\"color:#47a37e\"><strong>Perjalanan Musim di Kepala<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">sebelum mimpi&nbsp;<br>langit malam adalah selimut yang hangat<br>angin musim serupa rambu-rambu baru<br>menuntun tanpa menuntut agar&nbsp;<br>                                          selalu dimenangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">saat mata memejamkan cahaya<br>di kepala\u2014ada desir dari jauh menyapa<br>kemungkinan bukanlah stasiun satu-satunya<br>bagi hitungan jam seseorang yang datang<br>                                          tapi mengulang pulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">kita belajar waspada&nbsp;<br>setelah mencium hampa di ransel hitam<br>yang kau kenakan saban hari<br>              kau memeluknya dengan tabah&nbsp;<br>di tiap lubang jalan: nasib memaksamu&nbsp;<br>mengenal kenyataan masa silam.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">kau terus berjalan<br>menuju selatan dan kenyataan<br>hingga sebuah nama di bibir pantai<br>terhapus ombak kecil yang berlari<br>riang\u2014mendengar kedatanganmu.&nbsp;<br>mimpi masih menepuk-nepuk&nbsp;<br>kelopak matamu yang sebentar lagi&nbsp;<br>jatuh dan patuh kepada air mata.&nbsp;<br>***<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Wawan Kurniawan<\/strong>, menulis puisi, cerpen, esai dan menerjemahkan beberapa karya. Menerbitkan buku puisi pertamanya yang berjudul \u201cPersinggahan Perangai Sepi (2013)\u201d serta diundang sebagai penulis Indonesia Timur di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2015. Buku puisi kedua terbit Januari 2017 dengan judul \u201cSajak Penghuni Surga\u201d (Basabasi). Buku esainya terbit Februari 2017 dengan judul \u201cSepi Manusia Topeng\u201d (Nala Cipta Litera) dan kumpulan cerita pendek pertamanya terbit Maret 2021 dengan judul \u201cAku Mengeong\u201d (Indonesia Tera).&nbsp;Beberapa buku yang diterjemahkan antara lain The Book of Sand karya Jorge Luis Borges, (Metabook 2018), Man Without Country &#8211; Kurt Vonnegut (Cantrik 2018). Karya-karyanya pernah dimuat di Kompas, Jawa Pos, Media Indonesia, Riau Pos, Bali Post, dan berbagai media lainnya. <\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>dalam diriku yang lainbermukim setangkai&nbsp;bunga merah&nbsp;dengan tiga helai daunjuga duri-duri&nbsp;yang melekat di tubuhnya saat dedaunan gugur di musim baruaku menemukan diriku menjadi harumeski duri kian tajam memanggil darahyang keluar dari kedua mataku hari ini.&nbsp; tak perlu ada yang paham, siapa di antara kitayang terluka dan bahagia.*** Perjalanan Musim di Kepala sebelum mimpi&nbsp;langit malam adalah selimut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1068,808,1061,809,824,1067],"class_list":["post-5717","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-animaanimus","tag-ceritanet","tag-edisi438","tag-puisi","tag-sajak","tag-wawankurniawan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5717","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5717"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5717\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5751,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5717\/revisions\/5751"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5717"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5717"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5717"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}