{"id":5859,"date":"2022-02-15T00:09:01","date_gmt":"2022-02-15T00:09:01","guid":{"rendered":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=5859"},"modified":"2022-02-15T00:42:36","modified_gmt":"2022-02-15T00:42:36","slug":"matinya-seorang-pegawai-anton-chekov-diterjemahkan-oleh-victor-pogadaev","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=5859","title":{"rendered":"Matinya Seorang Pegawai \u2013 Anton Chekov (diterjemahkan oleh Victor Pogadaev)"},"content":{"rendered":"\n<p>Pada suatu malam yang tenang, seorang\u00a0pegawai\u00a0yang baik bernama Ivan Denisovich Chervyakov duduk di barisan kedua kursi\u00a0dan\u00a0menonton\u00a0opera &#8216;Lonceng-Lonceng Corneville&#8217; dengan teropong. Dia meneropong dan merasa dirinya di awang-awangan. Tetapi tiba-tiba &#8230;\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam cerpen sering ditemui ungkapan &#8216;tiba-tiba&#8217; ini. Para pengarang memang betul. Kehidupan kita penuh dengan hal\u00a0yang tidak diduga.<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi tiba-tiba wajahnya berkerut, matanya diangkat ke atas, napasnya\u00a0berhenti&#8230; Dia menjauhkan teropong dari matanya dan&#8230; bersinlah dia. Orang bisa\u00a0bersin di mana-mana. Petani bersin, anggota polisi dan jenderal\u00a0pun bersin juga. Semua bersin. Chervyakov tidak malu karena\u00a0bersin. <\/p>\n\n\n\n<p>Dia menyapu wajahnya dengan sapu tangan dan selaku orang yang sopan maka dia\u00a0memandang\u00a0 sekitar\u00a0apakah\u00a0bersinnya mengganggu orang lain. Dia\u00a0melihat\u00a0bagaimana seorang lelaki tua yang duduk di depan, di \u00a0barisan pertama menyapu kepala botak dan lehernya dengan sapu tangan\u00a0sambil kumat-kamitkan sesuatu. Chervyakov mengenalinya: lelaki tua itu ialah Jenderal\u00a0Brizhalov yang bertugas di\u00a0kantor\u00a0kereta api.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Aku tempiaskan dia!<\/em>&nbsp;pikir&nbsp;Chervyakov. <em>Dia bukan dari&nbsp;kantor&nbsp;saya tetapi ada baiknya kalau saya minta maaf juga.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Chervyakov terbatuk, mendorongkan tubuhnya ke depan dan membisik pada telinga jenderal&nbsp;itu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Maafkan, Yang&nbsp;Mulia, aku tempiaskan Tuan&#8230; Tetapi tidak sengaja&#8230;&#8221;<br>&#8220;Ah, tidak apa-apa.&#8221;<br>&#8220;Demi Tuhan, maafkan saya. Saya tidak bermaksud&#8230;&#8221;<br>&#8220;Ah, jangan mengganggu! Jangan mengganggu mendengar opera.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Chervyakov tersipu-sipu, tersenyum dengan bodoh dan mulai menonton\u00a0apa yang berlaku di panggung. Dia\u00a0menonton\u00a0tetapi tidak merasakan kenikmatan seperti sebelumnya. Dia gelisah seperti cacing kepanasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Semasa&nbsp;istirahat&nbsp;dia mendekati jenderal&nbsp;dan berjalan-jalan di sekitarnya. Akhirnya dia sempat membuang rasa takut dan kumat-kamit.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya tempiaskan Yang Mulia. Maafkan saya. Saya tidak&#8230; Tidak&#8230;&#8221;<br>&#8220;Cukuplah&#8230; Aku sudah lupakan itu, tetapi kamu terus-menerus sama&#8230;&#8221; kata jenderal\u00a0sambil menggerakkan bibir bawah dengan tidak sabar. \u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><em>Lupakan, tetapi dalam mata&nbsp;terlihat&nbsp;sindiran<\/em>, pikir&nbsp;Chervyakov sambil memandang curiga pada jenderal. <em>Tidak mau&nbsp;berbicara. Saya harus menjelaskan kepadanya bahwa&nbsp;saya tidak bermaksud langsung&#8230; bahwa&nbsp;itu hukum alam&#8230; Celakalah saya&nbsp;kalau beliau&nbsp;berpikir&nbsp;bahwa&nbsp;saya sengaja&#8230; Mungkin sekarang&nbsp;beliau&nbsp;tidak&nbsp;berpikir&nbsp;begitu, tapi nanti pasti akan berpikir&nbsp;&#8230;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Sepulang ke rumah Chervyakov mengisahkan kekurang-ajarannya itu kepada isterinya. Chervyakov berpendapat&nbsp;Istrinya&nbsp;memandang sepi kejadian itu. Mula-mula dia khawatir juga&nbsp;tetapi sesudah&nbsp;tahu bahwa&nbsp;Jenderal&nbsp;Brizhalov bertugas di&nbsp;kantor&nbsp;lain, hati istrinya tenang.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Meskipun begitu,&#8221; kata istrinya, &#8220;kamu mesti pergi mengunjunginya&nbsp;dan meminta maaf. Kalau tidak,&nbsp;beliau&nbsp;akan berpikir&nbsp;kamu tak pandai berkelakuan di depan&nbsp;khalayak&nbsp;ramai.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Itulah halnya! Aku minta maaf tetapi&nbsp;beliau&nbsp;begitu aneh&#8230; Tak mengutarakan sepatah kata pun yang sesuai&#8230;&nbsp;Benar juga tidak ada cukup&nbsp;waktu&nbsp;untuk berbicara.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Keesokan harinya Chervyakov mengenakan pakaian seragam baru, menggunting rambut dan pergi bertemu Brizhalov untuk menjelaskan.&nbsp;Baru&nbsp;saja&nbsp;dia masuk ke ruang tunggu jenderal&nbsp;itu, dia&nbsp;melihat banyak&nbsp;tetamu dan di antara mereka adalah jenderal&nbsp;itu sendiri yang sudah mulai menerima tamu. Selepas berbicara&nbsp;dengan beberapa orang dari mereka, jenderal&nbsp;menatap Chervyakov.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Semalam di Arkadia, jikalau Yang&nbsp;Mulia&nbsp;sudi ingat,&#8221; pegawai&nbsp;itu mulai&nbsp;melapor, &#8220;saya bersin dan&#8230; kebetulan tempiaskan&#8230; Maaf&#8230;&#8221;<br>&#8220;Ini soal remeh. Apa&nbsp;pasal? Apa maumu?&#8221; jenderal&nbsp;sudah bertanya pada pemohon berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Tidak mau&nbsp;berbicara&nbsp;dengan saya! <\/em>pikir&nbsp;Chervyakov dan wajahnya menjadi pucat. <em>Jadi marah&#8230; Tidak, ini tidak bisa&nbsp;dibiarkan begitu saja&#8230; Saya akan jelaskan&#8230;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika&nbsp;jenderal&nbsp;menamatkan perbicaraan&nbsp;dengan tamu terakhir dan mau&nbsp;masuk &nbsp;ke dalam kamarnya, Chervyakov mendekatinya dan kumat-kamit.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Yang&nbsp;Mulia! Kalau saya berani mengganggu&nbsp;Yang Mulia, ini semata-mata karena&nbsp;saya menyesal&#8230;. Tidak sengaja.&nbsp;Yang Mulia&nbsp;pasti tahu&#8230;&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Jenderal&nbsp;membuat muka masam dan melambaikan tangan. &#8220;Kamu apa,&nbsp;menertawakan&nbsp;aku?,&#8221; katanya sambil menghilangkan diri di belakang pintu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Menertawakan&#8230; Bagaimana saya bisa&nbsp;berani&nbsp;menertawakannya,<\/em> pikir&nbsp;Chervyakov, <em>beliau&nbsp;jenderal&nbsp;tetapi tidak bisa&nbsp;mengerti&#8230; Kalau begitu saya tidak akan meminta maaf lagi pada orang yang sombong itu. Jahanam! Saya akan menulis surat kepadanya. Tidak akan mengunjunginya&nbsp;lagi. Sungguh, tidak akan&#8230;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah dia merenung dalam perjalanan pulang. Tetapi surat kepada jenderal&nbsp;tidak jadi ditulisnya. Hari berikutnya dia datang lagi kepada jenderal&nbsp;itu.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Semalam saya datang kepada Yang&nbsp;Mulia,&#8221;&nbsp;kumat-kamit dia&nbsp;ketika&nbsp;jenderal&nbsp;mengangkat matanya penuh pertanyaan, &#8220;bukan untuk menertawakan&nbsp;Yang Mulia&nbsp;seperti&nbsp;Yang Mulia&nbsp;pernah katakan. Saya minta maaf karena&nbsp;waktu saya bersin tempiaskan&#8230; bukan untuk menertawakan. Bagaimana saya berani menertawakan Yang Mulia? Kalau&nbsp;menertawakan&nbsp;itu berarti&nbsp;tidak menghormati tokoh yang penting&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Nyah!&#8221; jenderal&nbsp;menjerit sambil bergemetar dan wajahnya membiru.<br>&#8220;Apa?&#8221; Chervyakov berbisik dengan rasa ngeri.<br>&#8220;Nyah dari sini!&#8221; jenderal&nbsp;mengulangi dengan menghentakkan kaki.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuatu putus dalam perut Chervyakov. Tanpa melihat dan mendengar apa pun lagi, dia mundur ke belakang lantas ke pintu keluar dan pulang sambil mengeret&nbsp;kakinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setibanya di rumah dia membaringkan badan tanpa menanggalkan pakaian seragam dan langsung meninggal.<br>***<br>1883<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Anton Pavlovich Chekhov<\/strong>&nbsp;(29&nbsp;January 1860 \u2013 15 July 1904) adalah penulis maskah drama dan cerita pendek yang tergolong sebagai salah seorang penulis fiksi utama dunia. Dia juga dijuluki sebagai salah seorang tokoh dalam kelahiran teater modern. Sehari-harinya dia bekerja sebagai dokter dan pernah mengatakan, \u201cObat-obatan adalah istri saha saya dan sastra adalah selir saya.\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Victor Pogadaev<\/strong>,&nbsp;Associate&nbsp;Professor di Lomonosov Moscow State University, Rusia.&nbsp;Kerap&nbsp;menerjemahkan karya sastra Malaysia dan Indonesia ke Bahasa Rusia dan sebaliknya. Aktif di Nusantara Society, organisasi nir-laba yang terdiri dari para akademisi yang mempunyai perhatian pada Nusantara<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada suatu malam yang tenang, seorang\u00a0pegawai\u00a0yang baik bernama Ivan Denisovich Chervyakov duduk di barisan kedua kursi\u00a0dan\u00a0menonton\u00a0opera &#8216;Lonceng-Lonceng Corneville&#8217; dengan teropong. Dia meneropong dan merasa dirinya di awang-awangan. Tetapi tiba-tiba &#8230;\u00a0 Dalam cerpen sering ditemui ungkapan &#8216;tiba-tiba&#8217; ini. Para pengarang memang betul. Kehidupan kita penuh dengan hal\u00a0yang tidak diduga. Tetapi tiba-tiba wajahnya berkerut, matanya diangkat ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[1103,808,804,1053,1104,1105,864],"class_list":["post-5859","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cerpen","tag-antonchekov","tag-ceritanet","tag-cerpen","tag-chekov","tag-edisi351","tag-pegawai","tag-victorpogadaev"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5859"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5940,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5859\/revisions\/5940"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}