{"id":5965,"date":"2022-03-14T19:36:55","date_gmt":"2022-03-14T19:36:55","guid":{"rendered":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=5965"},"modified":"2022-03-14T20:07:58","modified_gmt":"2022-03-14T20:07:58","slug":"dua-gelas-kaca-nurul-mahabbah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=5965","title":{"rendered":"Dua Gelas Kaca &#8211; Nurul Mahabbah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-left\">mimpi kita, dik<br>dalam rajutan kisah<br>tak akan pernah usai<br>sebab kasih wafa<br>dalam denyut puisi<br>namun kauperam air mata<br>yang tak mampu kuseka<br>tertimbun dalam kubang kelesah<br>lindap di langit kamarmu<br>dikunci rapat tanpa celah<br>kaucipta dunia tanpa suara<br>hingga kopi membeku<br>dan tinta mengering sejak lama<br><br>mufakat kita, dik<br>kucatat di lumbung asa<br>berharap suatu saat kauingat<br>melanjutkan perjalanan<br>dalam layu dan rekah musimmu<br>seusai badai dan pekat malam<br><br>kutinggu di sini, dik<br>kan kupesan cokelat dan kapucino<br>lalu kembali kauhapus kulacino*<br>dari gelas yang kita bagi bersama<br>***<br><em>Cirebon, 9 Januari 2022<\/em><br><em>* kulacino = dari cullaccino (Italia) atau bekas jejak gelas dingin di permukaan meja<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-text-color has-medium-font-size\" style=\"color:#47a37e\"><strong>Jalan Perjuangan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-small-font-size\">Apa yang terbawa di ransel saat petang menyusul kita untuk segera kembali<br>melanjutkan cerita selepas sua<br>Tak habis kisah di sepanjang jalan yang berlimpah petuah<br>dan akar sejarah kukuh berdiri sebagai tanda ksatria<br>melawan koloni demi Sang Saka Merah Putih<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Kita basuh peluh yang tersisa dengan kepasrahan di tumpukkan naskah mimpi yang dibangun<br>Meja-meja di warung kecil bersaksi<br>merekam janji-janji, menyerap keringat yang menetes saat rawi menyengat wajah penuh<br>harap dan gigih menindas kebodohan<br>Merangkul tumpukan masalah yang hendak diuraikan di taman-taman hikmah tak lekang waktu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Namun, beberapa purnama berlalu<br>Mimpi yang berceloteh sepuasnya di jejalan para pencari ilmu<br>Semarak orasi calon-calon pemimpin berubah kelu<br>Sepotong takdir menutup para pemangku idealisme<br>Ia memulangkan kita kembali pada muasal diri<br>Bercengkerama di pojok-pojok sepi<br>Menekur tentang sebait puisi yang menghimpun janji-janji<br>Ke mana kita berjalan di sanalah rentetan pertanggungjawaban meminta realisasi<br>juga proposal yang kita layangkan sebagai tanda bakti bagi kemaslahatan manusia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Perjuangan belumlah usai<br>masih ada mufakat yang harus diselesaikan<br>Pantang mengakhiri ketika separuh narasi telah tertulis<br>Pantang mengkhianati ketika Tuhan telah mengikat janji-janji yang kita resapi sejak<br>menapaki jalan ini<br>***<br><em>Cirebon, 7 Februari 2022<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Nur Zulfiani Imamah <\/strong>memiliki nama pena Nurul Mahabbah. Ia merupakan anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Cirebon. Aktivitasnya sekarang mengajar di Ponpes Modern Al-Muqoddas dan menulis puisi di surat kabar lokal dan media elektronik. Pada Desember 2021, dia dinobatkan sebagai Penulis Puisi Terproduktif Tahun 2019-2021 oleh FLP Wilayah Jawa Barat.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>mimpi kita, dikdalam rajutan kisahtak akan pernah usaisebab kasih wafadalam denyut puisinamun kauperam air matayang tak mampu kusekatertimbun dalam kubang kelesahlindap di langit kamarmudikunci rapat tanpa celahkaucipta dunia tanpa suarahingga kopi membekudan tinta mengering sejak lama mufakat kita, dikkucatat di lumbung asaberharap suatu saat kauingatmelanjutkan perjalanandalam layu dan rekah musimmuseusai badai dan pekat malam kutinggu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[808,1140,1138,1139,1141,809],"class_list":["post-5965","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-ceritanet","tag-duagelaskaca","tag-edisi352","tag-nurul-mahabbah","tag-perjuangan","tag-puisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5965"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6011,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5965\/revisions\/6011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}