{"id":6045,"date":"2022-04-14T21:18:08","date_gmt":"2022-04-14T21:18:08","guid":{"rendered":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=6045"},"modified":"2022-04-14T21:18:11","modified_gmt":"2022-04-14T21:18:11","slug":"daun-daun-yang-gugur-di-karawaci-alexander-aur-apelaby","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=6045","title":{"rendered":"Daun-daun Yang Gugur di Karawaci &#8211; Alexander Aur Apelaby"},"content":{"rendered":"\n<p>:<em> kepada PW, DT, TP<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Di Karawaci<br>Pada tahun-tahun yang lampau<br>Kita memungut daun-daun gugur<br>Lalu meletakkannya dalam pikiran<br>Seraya mencernanya&nbsp;<br>Dengan kehendak yang kokoh<br>Agar memeluk kebenaran<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini&nbsp;<br>Di Karawaci<br>Di bawah dahan-dahan pohon yang kokoh<br>Kita memungut<br>Resah yang berguguran<br>Dari wajah-wajah getir<br>Yang pada tahun-tahun lampau<br>Menakik harapan<br>Pada daun-daun yang gugur<br>***<br><em>Desember, 2020<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-text-color has-medium-font-size\" style=\"color:#47a37e\"><strong>Reruntuhan Rasa Asing<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Ke sebuah persimpangan jalan<br>Ia menatap dari ketinggian apartemen<br>Orang-orang berjalan dari masa lalu<br>Seraya memanggul reruntuhan rasa asing<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Tahun demi tahun<br>Orang-orang itu<br>Saling mendekat sekaligus menjauh<br>Di persimpangan jalan itu<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">\u201cReruntuhan itu datang dari jauh di masa lalu<br>Mengarah ke orang-orang itu<br>Lalu memeluk mereka,\u201d ia menggumam<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Dari ketinggian apartemen<br>Ia memandang<br>Orang-orang itu<br>Yang tengah memanggul reruntuhan rasa asingnya masing-masing<br>Seraya saling menikam<br>dengan tatapan mata sinis<br>***<br><em>Medang Lestari, Juni 2021<\/em>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right has-text-color has-medium-font-size\" style=\"color:#47a37e\"><strong>Kemuning<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">Setelah malam berlalu&nbsp;<br>Kemuning yang mekar di pelupuk matamu&nbsp;<br>Mengirim sepotong senyum teramat wangi&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">Kepada lelaki yang melukis hujan pada kanvas-kanvas batin&nbsp;<br>Seperti bentangan langit yang merindu awan&nbsp;<br>Kemuning yang mekar di pelupuk matamu<br>Menari pada kanvas-kanvas batin pelukis hujan<br>***<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><em>Simpang Karawaci, 2016<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Alexander Aur Apelaby<\/strong>,  nama pena dari Alexander Aur yang  lahir dan besar di Wailolong, Kedang, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Karya-karya sastra yang telah dipublikasikan, antara lain Perjalanan Mengelilingi Kamar-Kumpulan Cerpen (Penerbit Kandil Semesta, 2005), Air Mata di Pucuk Daun-Kumpulan Puisi (Penerbit Kandil Semesta, 2016), Perempuan dan Secarik Kertas-Kumpulan Cerpen (Penerbit Kandil Semesta, 2016), Pohon Telanjang yang Mencium Laut-Kumpulan Puisi (Penerbit Excellent Group, 2019), Sastra dan Jendela-jendela Diri Manusia-Kumpulan Catatan Kecil Mengenai Karya Sastra (Penerit Jivaloka Mahacipta, 2020). Menulis pula artikel-artikel populer bidang sastra, filsafat politik, dan filsafat kebudayaan untuk media massa cetak dan media massa online antara lain: Media Indonesia, Kompas, Jawa Pos, Investor Daily, Kompas.com, Pos Kupang, Flores Pos. Saat ini bekerja sebagai dosen tetap mata kuliah filsafat di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Banten.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>: kepada PW, DT, TP Di KarawaciPada tahun-tahun yang lampauKita memungut daun-daun gugurLalu meletakkannya dalam pikiranSeraya mencernanya&nbsp;Dengan kehendak yang kokohAgar memeluk kebenaran Hari ini&nbsp;Di KarawaciDi bawah dahan-dahan pohon yang kokohKita memungutResah yang berguguranDari wajah-wajah getirYang pada tahun-tahun lampauMenakik harapanPada daun-daun yang gugur***Desember, 2020 Reruntuhan Rasa Asing Ke sebuah persimpangan jalanIa menatap dari ketinggian apartemenOrang-orang berjalan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1162,808,1164,1157,1163,809,824],"class_list":["post-6045","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-alexanderaurapelaby","tag-ceritanet","tag-daundaungugur","tag-edisi353","tag-karawaci","tag-puisi","tag-sajak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6045","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6045"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6045\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6057,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6045\/revisions\/6057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6045"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6045"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6045"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}