{"id":639,"date":"2017-01-12T01:45:46","date_gmt":"2017-01-12T01:45:46","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=639"},"modified":"2020-06-27T01:51:59","modified_gmt":"2020-06-27T01:51:59","slug":"g3-wa-2-gara-gara-grup-whatsapp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=639","title":{"rendered":"G3 WA 2 (Gara-gara Grup WhatsApp)"},"content":{"rendered":"\n<p>Apa boleh buat.<\/p>\n\n\n\n<p>Viva Teamwork! sebenarnya sama dengan belasan WA grup lain yang kubungkam, cuma bahayanya&nbsp; Viva Teamwork! punya ranjau @Simatupang, yang tak bisa ditebak kapan datangnya sehingga aku tetap perlu selalu waspada.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka kalau tanpa @Simatupang, aku akan mendiamkannya dan pasti akan ada segera yang menanggapi dengan efisien dan efektif plus bernuansa \u2018keaktifan teamwork\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, ini hanya salah satu contoh.<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan dari Bos Utama \u201cTolong pastikan semua ikut tax amnesty\u201d yang langsung mengundang puluhan tanggapan cepat. \u201cSaya punya penjelasannya,\u201d dan disusul dengan attachment dokumen PDF atau pesan: \u201cTetap perlu juga orang Ditjen Pajak datang menjelaskan langsung.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk urusan ini Bos Personalia ikut berpesan: \u201cYang perlu waktu menyerahkan isian pajak, mohon kasih tahu sehari sebelumnya,\u201d ditindaklanjuti dengan pesan dari seorang rekan: \u201cBisa juga lewat internet ya kawan-kawan\u201d lengkap dengan link ditjenpajak.org.id\/tax_amnesty, dan dibalas oleh rekan lainnya: \u201cTetap saja perlu beberapa jam untuk ngisinya.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Yang tak punya saran serius pun ikut nimbrung: \u201cGua mah nggak perlu, overdraft mlulu,\u201d dan masih juga mendapat balasan: \u201cAvanza-mu itu emangnya bukan asset?\u201d yang diteruskan oleh orang lain dengan: \u201cIstri sama suami masuk asset juga nggak?\u201d<br><\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan pesan dari Bos Utama, Bos Operasi, dan Bos Perencanaan yang ada @Simatupang ikut pula mereka tanggapi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSudah kasih saran ke @Simatupang supaya warna latar diganti lebih terang,\u201d tulis Arifin.<br>\u201cPesanan AS harus selesai lusa ya,\u201d tanggap Katy.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c@Simatupang, jangan lupa konversi ke PDF juga,\u201d instruksi tambahan dari Bos Perencanaan.&nbsp;<br><\/p>\n\n\n\n<p>Tak sedikit pula yang sok melucu: \u201cHoras beres lah itu dibuat Si Matupang\u201d dan \u201c@Simatupang, kalau copy darat ke AS, ajak aku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu lintas pesan WA memang tak bisa diduga: ke kiri untuk melucu atau ke kanan bikin orang marah sampai ke luar grup. Cuma ke luar pun biasanya tak lama, karena dimasukin lagi oleh pengelola grup, yang besar berhasil membujuk &#8216;tersangka&#8217; lewat japri untuk kembali bergabung.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Itulah salah satu hasil pengamatanku setiap akhir pekan, ketika ditinggal istri untuk arisan sementara kedua anakku seperti biasanya lontang lantung tidak karuan di dalam kamarnya atau ngelayap sama kawannya dan tak ada pula balapan F1, MotoGP, serta maupun Manchester United yang sedang tidak turun bertanding.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pun asyik membaca belasan WA grup sambil sesekali mencek masing-masing gambar anggotanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSi Juno sudah banyak uban juga,\u201d pikirku atau: \u201cKok bisa dulu aku naksir Ratih, untunglah ditolaknya\u201d maupun: \u201cDidit sudah gaya pejabat tinggi kali.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>WA grup jelas bisa menjadi sebuah kenderaan untuk perjalanan nostalgia yang menyenangkan: sebagai sebuah hiburan tentunya bukan rutinitas harian atau menitan.<br>***<\/p>\n\n\n\n<p>Pada satu shift malam di tengah bulan Juli, ketika liburan sekolah dan aku masuk dalam kelompok yang terlambat mengajukan cuti.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepanjang masa itu, biasanya pesanan berkurang dari belahan utara dan Bos Operasi dan Personalia cenderung bermurah hati memberikan cuti sampai ke tingkat maksimal. Di sisi lain, orang-orang yang telat mengajukan cuti \u2013termasuk aku- menjadi minimal: kerja sendirian untuk shift malam.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah, pada suatu shift malam yang diawali dengan sepi dan tenang\u2026<br><\/p>\n\n\n\n<p>Ada dua satpam di resepsionis dan sesekali salah seorang akan berkeliling kantor sebagai standard prosedur. Keduanya sudah paham betul kalau Simatupang lebih suka didiamkan. Tidak pula banyak pekerjaan, jadi kantor menjadi hening total.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku melihat beberapa email pesanan, dan semua rupanya sudah ditanggapi. Kulihat lagi daftar tunggu produksi, semuanya rapi dalam antrian sesuai jadwal. Menjelang jam 11 malam -masih ada sekitar enam jam lagi- dan aku klik Google Chrome untuk menjelajah ke situs-situs percetakan di Cina dan pemain terbaru India, yang pelan-pelan mulai aktif merebut pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Google Translate dan Currency Exchange, aku bisa mengetahui produk dan harga yang mereka tawarkan. \u201cHampir-hampir samanya, cuma orang itu lebih giat memasarkan,\u201d pikirku.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Tiba-tiba ada pemberitahuan email masuk ke perusahaan di sudut kanan bawah layar komputer. Langsung kubuka, dari Amelia, agen setia kami di Paris.&nbsp; \u201cPlease send me the latest complete price list for whole region. No need to hurry, next week is fine.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Masih Senin tapi selagi sepi kusiapkan juga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Aku tahu Kartika, sekretaris pemasaran, sedang dalam proses mengumpulkan semua harga di satu file karena setelah Brexit ternyata ada harga yang berubah. Juga ada produk baru. Jadi untuk daftar komplit terbaru, butuh waktu untuk memastikan sana-sini sebelum mengumpulkan jadi satu dan mengirimnya, lengkap dengan file PDF.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYa tiga jaman bisalah,\u201d celutukku pelan dan ke luar dari penjelejahan Google.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Baru selesai masukin log in dan password ke sistem, ada dung dung, sret sret. Kulihat satu pesan di Viva Teamwork! Bah, tak bisa tak tidak harus kubaca, karena cuma aku yang kerja sendirian. \u201cLangsung saja kirim ke Amelia, tidak usah tunggu minggu depan,\u201d tulis Bos Operasi Perencanaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Cocoklah, pikirku, memang itu rencananya Bu, kataku dalam hati lagi. Nanti saja kalau sudah beres kubalas.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa menit kemudian, dung dung, sret sret. \u201cYang masuk malam, masih di empat file terpisah, tak ada salahnya dicek lagi,\u201d tulis Kartika.<\/p>\n\n\n\n<p>Cocok, ujarku lagi, tapi kenapa pula si Kartika belum tidur? Aku tertanya-tanya sedikit sambil meneruskan mencari file-file itu. Jarang-jarang dia membalas di jam yang tidak biasa\u2026<br><\/p>\n\n\n\n<p>Dung dung, sret sret.<br><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPound sterling mulai naik, thefinancialtime.co.uk\/poundsterling_stronger_brexit\u201d tulis Badu \u2013julukan aku dan kawan-kawan yang tidak pernah naik pangkat dan naik gaji untuk Badrudin- yang suka ngelayap malam dan hampir selalu hadir dalam pembicaraan siang, malam, dan subuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini bikin aku ragu. Kuklik link yang dikirim Badu, lumayan juga naiknya, hampir 9%. Rasanya perlu kupertimbangkan tapi juga aku bukan ahli kalkulasi. File pertama sudah terbuka, tapi untuk kawasan Timur Tengah, jadi aku harus cari yang Eropa untuk melihat harga awal dan: apakah perlu menyesuaikan dengan berita si Badu tadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Muncul dung dung, sret sret, kali ini ganda pula.<br><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSiapa yang masuk malam?\u201d tanya Bos Operasi. Disusul dengan: \u201cUntuk yang masuk malam, pakai yang ada saja dulu,\u201d tegas Bos Utama.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Tenanglah aku. Setelah file Eropa terbuka, aku cari lagi file untuk Timur tengah yang sudah sempat kututup tadi. Jadi dua file sudah siap terbuka.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Begitu mau aku buka file ketiga, ada dung dung, sret sret yang lain. \u201cJangan kirim dulu,\u201d perintah Bos Perencanaan dan tak sampai semenit kemudian Kartika menanggapi, \u201cDaftar dibuat dengan fluktuasi 5%, jadi mestinya tak masalah.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Masih belum tidur juga si Kartika ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pesannya langsung dibalas Bos Perencanaan, \u201cOk. Kirim secepatnya, biar nanti kita bisa tanggapi segera pesanan Amelia.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Datang lagi dung dung, sret sret dari Badu: \u201cBesok mungkin sudah turun lagi. Pasar masih responsif, belum stabil.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Aku mulai kesal sedikit, ngapain pula si Badu ini memperpanjangnya lagi, sudah jelas kok. Bisa jadi ada orang yang terprovokasi dengan komentar sok tahunya itu dan memperpanjang lagi aliran WA. Dan kulanjutkan pencarian file ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekhawatiranku beralasan, dung dung, sret sret.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPerekonomian Cina melambat, <a href=\"http:\/\/www.businessreview.com\/china_economy_issues\">www.businessreview.com\/china_economy_issues<\/a>. Coba riset kecil harga di Cina,\u201d kata Bos Operasi. Ah gampang, pikirku, karena toh tadi sedang itu yang kulihat-lihat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kuklik Google Chrome, pergi ke kolom \u2018history\u2019 dan kuklik situs-situs yang tadi sempat aku lihat-lihat. Seperti temuan awalku tadi, harga hampir-hampir samanya. Mungkin ada baiknya ku-screen grab satu-satu situs itu dan kuemail ke Bos Operasi supaya bisa dilihatnya lebih jelas dan sekaligus bisa pamer juga akan tentang \u2018sok-sok an risetku\u2019.<\/p>\n\n\n\n<p>Baru dua yang kusimpan gambar situs itu, dan ada lagi dung dung, sret sret.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJangan bikin rumit, kirim saja dulu ke Ameila,\u201d tegas Bos Utama.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Sempat aku ragu mau meneruskan yang sedang kukerjakan atau menggabung file yang dimaksud Kartika tadi. Bos Utama jelas lebih tinggi dari Bos Operasi, jadi kulanjutkan saja dulu penggabungan empat file dan setelah itu nanti kembali untuk screen grab.<br><\/p>\n\n\n\n<p>\u201dBah sudah satu jam lebih juga lewat.\u201d<br><\/p>\n\n\n\n<p>Baru saja aku siap-siap mau membalas: \u2018Baik Bu\u2019 untuk menutup diskusi tentang permintaan Amelia, ada dung dung, sret sret yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cYang masuk malam, tolong kontak George di Boston, dia tanya persen diskon untuk order pemerintah?\u201d tulis Bos Operasi.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Layar WA yang tadi sedang akan kuketik untuk menjawab &#8220;Baik Bu&#8221; malah jadi hilang.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Mana kuingat nomor si George. Kubuka data alamat, dan ada beberapa George tapi hanya satu George Pembleton di Boston, kutulis nomornya di stiker kecil: +1-202-877389265.<\/p>\n\n\n\n<p>Habis menggabung file dan memeriksa daftar harga penuh, akan kutelepon si George. Aku mash ingat cara menemukan daftar diskon untuk pesanan-pesanan khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>Dung dung, sret sret: \u201cPekan lalu sudah saya email si George,\u201d balas Irma \u2013anak ini masih single kok kebangun jam satu subuh? Masih membayang-bayangkan jawaban atas pertanyaanku tentang Irma yang masih bangun tadi, ada lagi dung dung, sret sret: \u201cGeorge sukanya bicara langsung sama lu Ir&#8230;,\u201d tanggap Badu.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Apalah, nanti mau kutelepon kok. Aku kesal karena yakin si Badu sebenarnya sedang asyik kongko-kongko minum bir sambil cek-cek WA, sementar aku melayani lintang pukang pesan WA. Rada sirik juga aku.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOk, sampai file mana tadi,\u201d aku ngomong sendiri pelan untuk memusatkan perhatian lagi ke pekerjaan awal. \u201cAman Pak,\u201d tanya Satpam yang lagi berkeliling dari belakangku. Kuangkat jempol kananku tanpa harus berpaling ke belakang, sambil \u201cTerkendali komandan.\u201d<br><\/p>\n\n\n\n<p>File tiga, file tiga, kuulang-ulang dalam hati. Sudah dua jam lewat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dung dung, sret sret sampai empat kali berturut-turut, dan aku sempat bertahan tidak mau membukanya. Tapi siapa tahu, ada instruksi baru pula. Cari file tiga atau buka WA, cari file tiga atau buka WA, cari file tiga atau buka WA&#8230; Tak ada pula bunyi tokek yang bisa membantu.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku makin bingung dan membuatku makin susah fokus. Kulihat jam di Samsung-ku: ah pantaslah rupanya, sudah lebih 30 menit lewat jam makan subuhku.<\/p>\n\n\n\n<p>***<br><em>bersambung<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa boleh buat. Viva Teamwork! sebenarnya sama dengan belasan WA grup lain yang kubungkam, cuma bahayanya&nbsp; Viva Teamwork! punya ranjau @Simatupang, yang tak bisa ditebak kapan datangnya sehingga aku tetap perlu selalu waspada. Maka kalau tanpa @Simatupang, aku akan mendiamkannya dan pasti akan ada segera yang menanggapi dengan efisien dan efektif plus bernuansa \u2018keaktifan teamwork\u2019. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[68],"tags":[74,15],"class_list":["post-639","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-novela","tag-74","tag-liston-siregar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=639"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":640,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/639\/revisions\/640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}