{"id":6745,"date":"2023-01-14T21:09:26","date_gmt":"2023-01-14T21:09:26","guid":{"rendered":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=6745"},"modified":"2026-07-15T15:43:50","modified_gmt":"2026-07-15T15:43:50","slug":"marina-faustina-hanna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=6745","title":{"rendered":"Marina &#8211; Faustina Hanna"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Puisi, edisi 362 Januari 2023<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>melambung<br>melambunglah marina<br>terbalut iklim buruk<br>pelupa takdir alam<\/p>\n\n\n\n<p>tinggal<br>tinggallah keramba bumi merengsa gersang<br>berisikan sisik tajam nan kelam<br>jari jemari bernoda pekat ramai bermunculan<br>selintas pandang menjamah konsep arsitektur<br>deret bangunan megah<br>tiada sengau akan pasang gelombang<br>yang menghempas dermaga sendu<\/p>\n\n\n\n<p>berbaring<br>berbaringlah marina<br>selagi sepertiga dosa bumi terlelap<br>telah sekian lama sengketa daratan lunakmu<br>tertidur pulas<br>bukan sepenggal hasrat gerimis senja<br>melumat bibir dermaga<br>berlabuh lekat-lekat aroma bersama bahasa garam<br>mewakili hakikat lautan<br>sekiranya jelita rembulan setia berkaca<br>pada rapuh cermin<\/p>\n\n\n\n<p>zamanmu<br>bersolek<br>bersoleklah marina<br>pucat pasi berubah bercahaya<br>memangku pembangkit energi<br>kebutuhan keseharian kami<\/p>\n\n\n\n<p>jemput kami<br>marina<br>kala gerimis terhenti mencumbui diagonal<br>kaki langit<\/p>\n\n\n\n<p>di penghujung arteri<br>marina<br>kapal mutakhir kami karam memikul<br>impian<br>***<br><em>Pluit-Jakut, 14 Juni 2011<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-text-color has-medium-font-size\" style=\"color:#47a37e\"><strong>Kelahiran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Malam teramat lengang<br>Sia-sialah tiap napas yang getas<br>Ikutilah, dan<br>Saksikan<br>Di antara arakan obor<br>Yang tengah murka,<br>Siapa yang telah menggantungkan karma<br>Pada tangkai tengkorak<br>Membidik nasib berkabut<br>Hingga usia penabuh masa<br>Menuju gunung-gunung bergema<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Duplikat jubah hitam yang<br>Bangkit dan menusuk mata<br>Boneka<br>Dengan tajam paku<br>Sementara kita masih menggigil<br>Di bilik waktu yang ungu<br>Saat keranjang bayi lelaki<br>Bergoyang-goyang bimbang<br>Mencurahkan salamnya<br>Bagi sekelompok peziarah<br>Di tepi jurang<br>***<br><em>2012-2016<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Faustina Hanna<\/em><\/strong>,&nbsp;<em>lahir di Jakarta 1987. Penikmat seni dan budaya. Sehari-hari bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta di Jakarta, aktif menulis puisi, freelance Graphic Design, dan menekuni dunia kuliner Nusantara. Sajak-sajaknya terbit di Republika, Media Indonesia, Jurnal Nasional, BWCF (Borobudur Writers &amp; Cultural Festival), Pikiran Rakyat, Minggu Pagi, Banjarmasin Post, Rakyat Sultra, Lombok Post, Bali Post, Tribun Bali, Nusa Bali, Pos Bali, Pos Kupang, Radar Cirebon, Radar Lampung, Radar Mojokerto, magrib.id, berandanegeri.com, beritabaru.co. Beberapa sajaknya terhimpun dalam antologi bersama Kutukan Negeri Rantau (Forum Sastra Bumi Pertiwi, 2011), Jembatan Sajadah, Kabar dari Negeri Seberang (UmaHaju Publisher, 2012), Kursi Tanpa Takhta (Writing Revolution, 2012), Berbagi Kasih (Penerbit Sahabat Kata, 2012), Antologi Bersama Lomba Cipta Puisi Nasional Komunitas Kopi Andalas (2012), Nostalgia Filantropi Tiada Terbalaskan (Penerbit Jendela Sastra Indonesia, 2020). Turut bergabung dalam Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias (KPKDG). Menjuarai lomba penulisan puisi, di antaranya: Juara 3 Sajak TKI (UmaHaju Publisher, 2012), Juara Harapan 1 \u201cEkspresikan Dirimu dengan Puisi\u201d (Writing Revolution, 2012). Pernah menempuh pendidikan Desain Komunikasi Visual di Bina Nusantara Center, Jakarta dan berencana melanjutkan studi ke Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi, edisi 362 Januari 2023 melambungmelambunglah marinaterbalut iklim burukpelupa takdir alam tinggaltinggallah keramba bumi merengsa gersangberisikan sisik tajam nan kelamjari jemari bernoda pekat ramai bermunculanselintas pandang menjamah konsep arsitekturderet bangunan megahtiada sengau akan pasang gelombangyang menghempas dermaga sendu berbaringberbaringlah marinaselagi sepertiga dosa bumi terlelaptelah sekian lama sengketa daratan lunakmutertidur pulasbukan sepenggal hasrat gerimis senjamelumat bibir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[808,1409,1399,1400,1395,809,824],"class_list":["post-6745","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-ceritanet","tag-edisi362","tag-faustina-hanna","tag-kelahiran","tag-marina","tag-puisi","tag-sajak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6745","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6745"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6745\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8162,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6745\/revisions\/8162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6745"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6745"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6745"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}