{"id":7305,"date":"2024-11-14T21:44:51","date_gmt":"2024-11-14T21:44:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=7305"},"modified":"2026-07-15T14:26:25","modified_gmt":"2026-07-15T14:26:25","slug":"birokrasi-yang-tajam-t-wijaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=7305","title":{"rendered":"Birokrasi yang Tajam &#8211; T Wijaya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Puisi, edisi 384 November 2024<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kita tumbuh dalam birokrasi yang membunuh abah dan ibu. Senjata api terus berjaga di sekitar kepala.<br>Diam-diam mencari pisau di kampung dan sekolah. Membedah perut-perut di kolong rumah dan lorong-<br>lorong pucat. Tahun-tahun yang membakar.<\/p>\n\n\n\n<p>Katamu, pendidikan itu sekrup industri. Tidak ada jaminan meskipun lidahmu dicap lambang Pancasila.<br>Harapanmu menolak kampus, berlari ke dalam pesawat yang lapar. Terbang! Terbang! Terbang!<br>Terbang! Terbang!<\/p>\n\n\n\n<p>Birokrasi memenjarakanmu. Membeku. Dia beranak. Meja yang panjang dan berbelit. Tiba-tiba lelah<br>dan tua. Layu di rumah. Bunga-bunga dan batu bata menceritakan cintamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini, sakitmu menghadap birokrasi. Pecah pembuluh darah di kepala. Setiap meja menghisap<br>kemarahanmu. Tidak ada yang tersisa. Bagaimana harapan? Tulis batu nisan milikmu.<br>***<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-black-color has-text-color has-medium-font-size\"><strong>Yanti, Cukup Rp150 Ribu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Di Kambang Iwak, Yanti bertukar jenis kelamin. Pada saku kepalanya, ditemukan presiden seumur hidup,<br>ibu yang menunggu, dan kisah dusun yang hilang. Malam hitam. Mata merah. Bibir pucat. Yanti tidak<br>pernah bunuh diri. Becak yang setia. Cukup Rp150 ribu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Menjelang pagi, sepiring mie instan dan telor setengah matang. Menjaga harapan. Dua anak tumbuh di<br>kolong rumah panggung. Sembilan tahun tanpa Kak Cin. Mati mengapung di Sungai Musi. Dicekik<br>genderuwo di tangga Jembatan Ampera.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Jenis kelamin bertukar. Politisi terus berjanji. Becak lelah tapi setia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Di Kambang Iwak, pejabat pemerintahan Belanda sudah pergi dan membusuk. Yanti berjarak 32 meter<br>dari ruang tamu berhantu. Dia memahami cahaya yang mahal. Roti keju yang dibakar. Dan, nyonya yang<br>mencuci suaminya dengan diterjen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Terus bertukar jenis kelamin. Becak terus berputar. Berputar bersama cologne dan bedak Viva. Malam<br>dan kelaparan diam-diam menghisapnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Tuan, jangan ditawar. Kami penghuni neraka yang tidak bunuh diri. Cukup Rp150 ribu<br>***<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>T. Wijaya<\/strong>, lahir di Palembang, 25 Desember 1970. Menetap di Palembang. Saat ini selain menulis sastra, juga aktif di Teater Potlot dan sebagai jurnalis di Mongabay Indonesia [Mongabay.co.id]. Pengalaman kerja antara lain kontributor RCTI (Jambi), Lampung Post, Detik.com, dan Pantau. Menulis esai dan karya sastra di Media Indonesia, Sriwijaya Post, Republika, Koran Sindo, dan lainnya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi, edisi 384 November 2024 Kita tumbuh dalam birokrasi yang membunuh abah dan ibu. Senjata api terus berjaga di sekitar kepala.Diam-diam mencari pisau di kampung dan sekolah. Membedah perut-perut di kolong rumah dan lorong-lorong pucat. Tahun-tahun yang membakar. Katamu, pendidikan itu sekrup industri. Tidak ada jaminan meskipun lidahmu dicap lambang Pancasila.Harapanmu menolak kampus, berlari ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1569,808,1722,809,824,1534],"class_list":["post-7305","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-birokrasi","tag-ceritanet","tag-edisi384","tag-puisi","tag-sajak","tag-twijaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7305"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8088,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7305\/revisions\/8088"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}