{"id":7699,"date":"2025-10-14T18:58:41","date_gmt":"2025-10-14T18:58:41","guid":{"rendered":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=7699"},"modified":"2026-07-15T13:49:56","modified_gmt":"2026-07-15T13:49:56","slug":"bangkai-di-bawah-dipan-s-sigit-prasojo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=7699","title":{"rendered":"Bangkai di Bawah Dipan &#8211; S. Sigit Prasojo"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Puisi, <em>edisi 395 Oktober 2025<\/em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Aku temukan sepotong nama<br>terselip di bawah dipan tua\u2014<br>masih bau,<br>masih menyimpan sepasang mata<br>yang dulu sering menatapku<br>seperti doa yang gugur di tengah malam.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada surat tak terkirim,<br>tertulis dengan darah haid ibumu<br>yang kutemukan di kantong jaket<br>saat kita masih percaya waktu<br>bisa diajak berdamai.<\/p>\n\n\n\n<p>Di kamar ini,<br>kenangan bukan ingatan,<br>tapi bangkai yang memilih membusuk diam-diam<br>karena tak pernah benar-benar dimakamkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan aku,<br>masih duduk di atasnya<br>seperti raja kecil<br>yang tak tahu<br>tahtanya dibangun dari luka.<br>***<br><em>Ponorogo, Juni 2025<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center has-large-font-size\">Engsel Tua<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Kau pernah menampar pintu itu<br>dengan nama lengkapku.<br>Huruf-hurufnya memercik ke lantai<br>seperti pecahan gelas<br>yang dulu kita pakai untuk bersulang<br>atas luka yang tak selesai-selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Kini, engselnya berkarat.<br>Pintu itu tak terbuka lagi,<br>bukan karena rusak,<br>tapi karena enggan mendengar<br>suara langkahmu kembali tanpa maksud.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Aku masih menunggu di baliknya,<br>memeluk bayangmu yang kau tinggal<br>seperti bau tubuh<br>di bantal bekas<br>yang tak sanggup kutukar dengan doa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Setiap malam,<br>pintu itu bergeser sedikit demi sedikit,<br>bukan oleh angin,<br>tapi oleh rindu<br>yang tumbuh seperti jamur<br>di dada yang tak sempat bersih.<br>***<br><em>Ponorogo, Juni 2025<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right has-large-font-size\">Jenazah Cinta<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">Cincin itu masih di sana,<br>di jari jenazah kita<br>yang belum dikuburkan.<br>Kau ingat?<br>kita pernah sepakat<br>cinta tak harus selesai\u2014<br>tapi tak pernah siap<br>menghadapi sekaratnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">Aku simpan cincin satunya<br>di laci yang penuh potongan kuku<br>dan sisa rambutmu<br>yang rontok tiap kali kita bertengkar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">Ada karat di sisi dalamnya,<br>bukan karena waktu,<br>tapi karena janji<br>yang gagal disepuh doa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">Dan malam ini,<br>aku menyusup ke kamar kenangan<br>untuk melihat siapa<br>yang lebih dulu berubah jadi mayat\u2014<br>aku, atau perasaan ini.<br>***<br><em>Ponorogo, Juni 2025<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><br><strong><em>S. Sigit Prasojo<\/em><\/strong><em>, lahir di Ponorogo, 25 Juli 2001. Aktif di Himpunan Mahasiswa Penulis STKIP PGRI Ponorogo dan menjabat sebagai Wakil Ketua HMPS Pendidikan Bahasa Jawa. Pernah menjadi Juri Cipta Puisi FLS3N 2025. Ia juga telah meraih banyak kejuaraan kepenulisan tingkat nasional dan tergabung dalam komunitas sastra seperti Partey Penulis Puisi dan Aksara Malaysia. Karyanya dimuat di Erakini.id, Jernih.co, Ceritanet.com dan media lainnya.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi, edisi 395 Oktober 2025 Aku temukan sepotong namaterselip di bawah dipan tua\u2014masih bau,masih menyimpan sepasang matayang dulu sering menatapkuseperti doa yang gugur di tengah malam. Ada surat tak terkirim,tertulis dengan darah haid ibumuyang kutemukan di kantong jaketsaat kita masih percaya waktubisa diajak berdamai. Di kamar ini,kenangan bukan ingatan,tapi bangkai yang memilih membusuk diam-diamkarena tak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1634,808,1633,1631,1632],"class_list":["post-7699","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-bangkai","tag-ceritanet","tag-dipan","tag-edisi395","tag-s-sigit-prasojo"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7699"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8055,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7699\/revisions\/8055"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}