{"id":952,"date":"2014-04-24T13:50:35","date_gmt":"2014-04-24T13:50:35","guid":{"rendered":"http:\/\/ceritanet.com\/?p=952"},"modified":"2020-06-27T13:57:14","modified_gmt":"2020-06-27T13:57:14","slug":"riswijk-17","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ceritanet.com\/?p=952","title":{"rendered":"Riswijk 17"},"content":{"rendered":"\n<p><em><br>Taufiq Ismail (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Malam itu kami duduk di beranda, bulanpun ada<br>Lalu lintas terasa hingar, deru deram sebentar-sebentar<br>Memanjang kawat telepon di antara tiang yang merentang<\/p>\n\n\n\n<p>Redup temaram dalam garis-garis coretan hitam<br>Dengung karet beca, lewat lubang selokan tua<br>Tiba-tiba di langit membusur titik cahaya<br>Di celah deretan menyusur cemara hospital<br>Kami sama berdiri. &#8220;Bulan aurnoetika-kah kini?&#8221;<br>Benda-benda angkasa itu meluncur pelahan<br>Dalam busur lengkung di langit barat<br>Lewat atas atap, lewat pucuk cemara hospital<br>Seraya ke bumi ini memberi cahaya sinyal<br>Kami sama terdiam, sama menatap cahaya yang main<br>Sebuah transistor menyanyikan tema jazz &#8220;Summertime&#8221;<br>Busur cahaya itu makin melengkung<br>Di atas gedung menyentuh bayang bangunan<br>Melintas sebuah majelis yang tengah bersidang<br>Yang masih bergumul bagi kebebasan<br>Dan masalah-masalah kelaparan serta kemiskinan<br>Sementara benda angkasa ini menunjuk ke bulan<br>Dan menyelusuri rimba belantara teknologi<br>Majelis ini mencoba lagi mengeja kata demoikrasi<br>Mulai menuliskan lengkung huruf &#8216;d&#8217; dari demokrasi itu<\/p>\n\n\n\n<p>Di langit pun membusur garis cahaya<br>Menerangi bumi ini, mulanya temaram, lalu makin terang<\/p>\n\n\n\n<p>Anak-anak berlasan tahun berlarian riang<br>Di atas runtuhan slogan, menginjkak potret-potret pemujaan<br>Berkejaran dalam main bandit dan lakokn<br>Menyusuri trotoar, tembok-tembok kota dan jalan raya<br>Menggeledahi gedung-gedung birokrasi dan mengiringi mereka<br>Ke luar. Berjalanlah mereka. Kawanan serigala<br>Yang khianat dan kini dipisahkan dari pimpinannya<br>Sesekali dia meraung pendek. Meratapi langitnya makin senja.<\/p>\n\n\n\n<p>Meratapi bulan merah, pohon-pohon pinus lama<br>Dari dulu daerah perburuannya. Meraungi betina-betinanya<br>Dari lantai pualam menengadah lah dia ke angkasa<br>Angkasa yang kini, lebih dari masalah &#8220;saya terharu&#8221;<br>Lebih dari masalah bintang-bintang astrologi<br>Angka-angka komputer, eksperimen dan presisi teknologi!<br>Dan di sini, orang bergulat melawan antilogika masih<br>Masalah empat kebebasan, masalah kurangnya proteina<br>Elektrifiksi dan cetak biru yang sia-sia<br>Seseorang berjalan lalu puluhan berjalan, ribuan<br>Di antara lontaran cakram-cakram api<br>Seperti sebagian gelombang lama, pelahan meninggi<br>Membentur seberang sana. Berhenti<br>Dan berteriak: Hei kau-kau yang di sana! Kalian!<br>Hei&#8230;kau<br><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;ya : KAU!<br>***<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Taufiq Ismail (1966) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Malam itu kami duduk di beranda, bulanpun adaLalu lintas terasa hingar, deru deram sebentar-sebentarMemanjang kawat telepon di antara tiang yang merentang Redup temaram dalam garis-garis coretan hitamDengung karet beca, lewat lubang selokan tuaTiba-tiba di langit membusur titik cahayaDi celah deretan menyusur cemara hospitalKami sama berdiri. &#8220;Bulan aurnoetika-kah kini?&#8221;Benda-benda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[110,111],"class_list":["post-952","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-puisi","tag-110","tag-taufiq-ismail"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=952"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":956,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/952\/revisions\/956"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ceritanet.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}