Indonesia

Andrei Evplanov (diterjemahkan oleh Victor Pogadaev) Nenek saya dan Manyasha berkenalan sejak tinggal di kota Kirzhach. Manyasha lahir di sana dan bekerja di pabrik tenun sutra. Adapun nenek saya, dia datang ke situ mengikuti suaminya yakni kakek saya yang setelah meninggalkan dinas militer hendak tinggal justru di tempat kelahirannya. Maklumlah Kirzhach ialah kota yang kecil, […]

MORE
Penulis Edisi 154

Gendhotwukir, penyair dan jurnalis dari lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah, kini menjadi mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Hobby makan ikan asin. Andrei Evplanov, lahir di Moskow tahun 1947 dan bekerja di koran Pravda dan Izvestia. Tahun 1989, bukunya diterbitkan dengan judul ‘Orang-orang luar. Victor A. Pogadaev, dosen Institut Negeri-negeri Asia Afirka, Universitas Negara Moskow. Tahun […]

MORE
Ibu Presiden

Tirzah Keesokan hari bermula seperti hari-hari lainnya bagi Lia. Pagi-pagi pukul 8 dia antar Mayka ke nursery naik bus Nomor 9. Biasanya bus itu cepat datangnya tapi pagi itu agak telat yang menyebabkan Mayka juga telat. Sebenarnya bukan salah bus, tapi salah Lia, yang merupakan jenis orang yang last minute, yang selalu mengerjakan sesuatu ketika […]

MORE
Aurora Kemarahan

Gendhotwukir Masuklah, ridna! Di luar orang-orang mulai mengigau dan tak pedulikan genangan air matamu yang telah membibir itu. Selama angin masih membelaimu. Kenangkanlah bahwa kita hanya seonggok sampah yang tak akan pernah mengerti makna perjalanan ini. Biarlah orang-orang menebar badai lalu menguncinya di daun pintu. Amarah yang kau pendam tak akan menebarkan segerombolan penari dari […]

MORE
Waktu Purba

*Siska dan Ridna Kekasihku Setiap waktu engkau terdiam lalu tersenyum. Semburat sudut matamu mengabadikan gelombang rasa dari waktu purba. Luka yang tertahan. Kepedihan yang tersembunyi jauh di dasar lubuk hati yang tak seorang pun mampu menyelaminya. Di situ gerhana terus menjelma. Kata-kata dan senyum itu riuh mengalir selayak hujan salju dan telah menjelma kedok. Seperti […]

MORE
Ke Barat Kepada Bunga

Pak, mari kita pergi ke barat yang adalah timur juga. Ke barat mengejar matahari terbenam. Tetapi, janganlah sampai ke ujung barat karena di perempatan kita harus ke kiri memetik setangkai bunga. Setangkai Bunga Ridna. Bunga yang kata orang-orang seperti datang dari korea. Sayang,  bunga korea itu mulai layu karena ulah orang dungu sepertiku. Pak sebelum […]

MORE