Penulis Edisi 180

Herry Sudiyono, pernah masuk Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung namun tidak selesai dan menerbitkan buku terjemahan puisi Alejandra Pizarnik. Kini tinggal di Yogyakarta. Ganjar Sudibyo, Mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro, Semarang. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar. __________

MORE
penggalan

atau sebait “halo, siapa?” menjuntai di antara kabut yang tersesat dan lampu-lampu telah padamketika sebuah jejak pulang ke horizon, arah yang menyepi

MORE
kembali malam kepada kita

kembali malam kepada kita, tanpa nama,tanpa ketuk di pintu, di pesiangnya jelaga di kaca lentera-sebaris firman mengembun ketika bertanya kenapa,kau tak bisa berkata

MORE
sebuah kata

Herry Sudiyono sebuah kata terlahir dengan pijar tanah berjalin di akar-akar yang mengintip kepada cahaya di luar, (tuliskan sesuatu, ucapmu, tuliskan apa saja bila kita tak lagi bisa)Nu, sungguh kita tak lagi bisa…

MORE
di beranda

selarik cahaya singgah di berandaketika kau tertegun oleh sebuah kata yang purba –seperti terdengar derak patahsesaat lalu kau memerciklarut pada cuaca

MORE
Penulis Edisi 165

Presiden Hayat penikmat seni dan sayur asam wah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis sejak tahun 1995. Bukunya berjudul Revolusi Hati untuk Negeri akan segera terbit. Herry Sudiyono, pernah masuk Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung namun tidak selesai dan menerbitkan buku terjemahan puisi Alejandra Pizarnik. Kini tinggal di Yogyakarta. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin […]

MORE
penggalan

atau sebait “halo, siapa?” menjuntai di antara kabut yang tersesat dan lampu-lampu telah padam ketika sebuah jejak pulang ke horizon, arah yang menyepi

MORE
kembali malam kepada kita

kembali malam kepada kita, tanpa nama,tanpa ketuk di pintu, di pesiangnya jelaga di kaca lentera-sebaris firman mengembun ketika bertanya kenapa,kau tak bisa berkata

MORE
Sebuah Kata

Herry Sudiyono sebuah kata terlahir dengan pijar tanah berjalin di akar-akar yang mengintip kepada cahaya di luar, (tuliskan sesuatu, ucapmu, tuliskan apa saja bila kita tak lagi bisa)Nu, sungguh kita tak lagi bisa…

MORE