Prasangka

Nabiha Shahab Pak RW memandang bangga kampungnya yang asri, rindang dan tertata rapi. Entah karena tidak ada yang berminat atau karena tidak ada yang berani menantang, jabatan RW dipegangnya selama 10 tahun terakhir. Sejak ia memasuki masa pensiunnya baru-baru ini, ia lebih banyak tinggal di rumahnya, di pinggiran Jakarta. “Tatanan rapih seperti ini tidak akan […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 141

Gendhotwukir, anak Muntilan yang kerap menulis dan motret. T. Wijaya, pegiat seni dan jurnalis di Palembang.. Nabiha Shahab, pegiat lingkungan dan wartawan lepas, dan penggemar coklat.

MORE
Tentang Penulis Edisi 128

T. Wijaya, penulis Palembang dan beberapa karyanya sudah dibukukan, antara lain novel Juaro dan kumpulan puisi Krisis di Kamar Mandi. Gedhotwukir, lahir di Muntilan, bersekolah di Jerman, dan kini menulis dari Yogyakarta. Bersama komunitasnya akan menerbitkan Opera Zaman. Nabiha Shahab, pegiat lingkungan dan wartawan lepas, dan penggemar coklat.

MORE
Gado-gadoku

Nabiha Shahab Gado-gado terenak di dunia cuma satu: di Jalan Menteng Kecil, Jakarta Pusat. Sejauh ingetan, ya yang namanya gado-gado enak cuma di situ jualnya. Bumbunya medok, manisnya pas, asinnya sedeng. Cuma porsinya banyak banget. Ukuran perut gue sih, satu porsi buat berdua tuh. Belum lagi pake telor rebus satu, pake emping condet yang pake […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 92

Nabiha Shahab,pegiat lingkungan, wartawan lepas, tinggal di Jakarta. Gendhotwukir,lahir di Muntilan,Jawa Tengah, Mahasiswa Filsafat St. Augustin Jerman, penulis lepas, tinggal di Jerman. Hayat,penikmat seni dan sayur asam

MORE
Tentang Penulis Edisi 91

Nabiha Shahab, pegiat lingkungan, wartawan lepas, tinggal di Jakarta. Liston P. Siregar, lahir di Medan, kini jadi wartawan dan tinggal di London. Dino F. Umahuk, lahir di desa terpencil Capalulu di Provinsi Maluku Utara, bekerja sebagai konsultan program Peace Campaign di Social Economy Recovery Program Bappenas, dan berjanji untuk menulis hingga ke ujung waktu.

MORE
Pantai Barat dari Rainbow Warrior

Nabiha Shahab Tidak terasa hampir lima minggu sudah sejak pantai barat Aceh dihantam bencana. Cepat sekali rasanya waktu berlalu di kapal. Kami sudah bolak-balik empat kali ke Meulaboh dan empat kali ke Lamno mengantar peralatan sanitasi dan medis untuk Medecin Sans Frontieres MSF, makanan untuk Action Contre la Faim ACF sampai kebutuhan sekolah untuk UNICEF. […]

MORE
Catatan Di Laut Lepas

Nabiha Shahab Kami berada di perairan mendekati Banda Aceh. Berangkat siang kemarin dari Meulaboh, agak awal, dan mengambil jalan agak ke tengah laut untuk membuat persediaan air bersih lagi. Biasanya kami tidak bisa merapat di Krueng Raya sampai kapal feri dari Pulau We berangkat, jam 2 siang. Di ufuk barat pagi ini bulan hampir penuh […]

MORE