Surat Kepada H.B. Jassin 2
Surat Kepada H.B. Jassin 2Chairil Anwar (Kartu pos 8 Maret 1944)d/a R.M. DjojosepoetroParonJawa Timur Jassin,Dalam kalangan kita sipat setengah-setengah bersimaharajalela benar. Kau tentu tahu ini. Aku memasuki kesenian dengan sepenuh hati. Tapi hingga kinilahi aku hanya bisa mencampuri dunia kesenian setengah-setengah pula. Tapi untunglah bathin seluruh hasrat dan minatku sedari umur 15 tahun tertuju ke […]
Penulis Edisi 285
Sanie B Kuncoro, mulai menulis cerita pendek sejak remaja di Anita Cemerlang, yang pada masanya menjadi bacaan ‘wajib’ para pembaca muda uda dan meneruskan dengan beberapa karya novel, antara lain Memilikimu, Mayan, dan Garis Perempuan. Antologi cerpennya antara lain adalah Cerita Perempuan dan Melepas Ranting Hati. Tinggal di Solo dan aktif dalam mengembangkan komunitas membaca di Jawa Tengah. […]
Surat Kepada H.B. Jassin 1
Surat Kepada H.B. Jassin 1Chairil Anwar Jassin,Tadi datang. Rumah kosong. Ada menunggu kira-kira sejam. Sementara itu tentu ta’ dapat melepaskan tangan dari lemari buku. Kubawa1. H.R. Holst, De nieuwe Getroste2. H.R. Holst, Keur uit de Gedichten3. Huizinga, In de schaduw van Morgen4. Huizinga, Cultuut Historische VerkenningenMaksud datang tentu Jassin dapat menerka. Minta terima kasih 1001 […]
Penulis edisi 284
Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]
Krawang-Bekasi
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasitidak bisa teriak ‘Merdeka’ dan angkat senjata lagi Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kamiterbayang kami maju dan berdegap hati? Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetakKami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debutKenang, kenanglah kami Kami sudah coba apa yang […]
Kepada Peminta-Minta
(Saduran oleh) Chairil Anwar Baik, baik aku akan menghadap DiaMenhyerahkan diri dabn segala dosaTapi jangan tentang lagi akuNanti darahku jadi beku Jangan lagi kau berceritaSudah tercacar semua di mukaNanah meleleh dari lukaSambil berjalan kau usap juga Bersuara tiap kau melangkahMengerang tiap kau memandangMenetes dari suasana kau datangSemabarang kau merebah Mengganggu dalam mimpikuMenghempas aku di bumi […]
Aku Berada Kembali
Aku berada kembali. Banyak yang asingair mengalir tukar warna, kapal-kapal, elang-elangserta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain; rasa laut telah berubah dan kupunya wajahjuga disinari mataharilain HanyaKelengangan tinggal tetap sajaLebih lengang aku di kelak-kelok jalan:lebi lengang pula ketika berada antarayang mengharap dan yang melepas Telinga kiri masih berpalingditarik gelisah yang sebentar-sebentar seterang guruh***
Derai-derai Cemara
cemara menderai sampai jauhterasa hari akan jadi malamada beberapa dahan di tingkap merapuhdipukul angin yang terpendam aku sekarang orangnya bisa tahansudah berapa waktu bukan kanak lagitapi dulu memang ada suatu bahanyang bukan dasar perhitungan kini hidup hanya menunda kekalahantambah terasing dari cinta sekolah rendahdan tahu, ada yang tetap tidak terucapkansebelum pada akhirnya kita menyerah*** 1949
Penulis Edisi 283
Eliakim Sitorus, Tamat dari Universitas Sumatera Utara Medan, melanjutkan S2 ke Universitas Satyawacana Salatiga dan lalu lalang sebagai pegiat pemberdayaan masyarakat dan penyelesaian konflik. Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur […]
Yang Terampas dan Yang Putus
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,menggigir juga ruang di mana dia yang kuinginmalam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu di Karet, di Karet (daerahku y.ad.) sampai juga deru dingin aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datangdan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang tubuhku diam dan sendiri, cerita dan […]