Pernikahan
Pernikahan kau jadikan kuburan cintamakam kenangan indah yang kau buat waktu ta’aruflupakan janji akan bersama dalam duka di hadapan Tuhanpernikahan seharusnya menjadi penguat rasa rinduselalu sama-sama membutuhkanselalu sama-sama kangensama-sama selalu…
Neraka level 13
Presiden Hayat Kemiskinan sudah melontarkan mereka ke neraka level 13kalau mereka menangis dan putus asamereka akan menuju neraka level 99setiap bangun pagi tiga pilihantertawa, menangis atau tidak melanjutkan hidup yang melelahkandanmalaikatpun iri pada mereka yang memilih tertawa
Tragedi Sumiyati
Dukacita yang super pahit lagi-lagi harus kami telanberujud kapsul berisi tangis sumiyatiyang igunting mulutnya digunting iblisberderet-deret tragedi sejenisbertambah panjang kegagalan negaramembiakkan banalitas kekerasanmembantai kemanusiaan hingga terancam punahkalau di otak kita sudah menganggap biasa majikan menyiksa pembantunyamenganggap wajar tentara menyiksa pesakitannyamaling digebuki sampai mampusdemonstran ditembakiketika hati nurani dan pikiran tak mampu menangkalnyahati-hatimungkin kita sudah dibaiat masuk […]
Penulis Edisi 200
Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. __________________________________
Ricuh
Ruangan ini sudah penuh dengan egomu Hai gadis manis bermata curiga Kesabaran terhimpit dan hampir kehabisan nafas Kehangatan mengendap-endap pergi Akupun melayang terbang Terbawa seloka hati Diceburkan pelangi di bawah gerojokan air terjun bermata lima ***
Penulis Edisi 195
Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri. karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia ini kesempurnaan itu relatif. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis […]
Menjemput Ramadan
Presiden Hayat Bulan sebentar lagi jatuh di sajadahDisajikanAgar dipunguti orang-orang yang merunduk merendahYang membela orang-orang kalahKunang-kunang pun mengirim terang bagi jiwa-jiwa yang ingin bebasTerbang mengikuti-Nya
Ramadan
Seringkali aku engganBahkan takut matiMeninggalkan hangatnya kesenanganYang memeluk erat Di bulan RamadanAku siapKalau Kau memanggilTapi ada rajaReformatlah jiwakuUtuslah malaikat untuk melenyapkan koreng-korengnyaAgar Kau tidak memalingkan mukaSaat ku menghadap
Budak Waktu
Kita adalah budak waktuTerputar ke dalam pusarannyaTerayun-ayun dan tenggelam, kalau tangan waktu tak membebaskanSebelum nafas terakhir terenggutUlurkanlah rantingMu
Bumi Sekarat
Presiden Hayat Terkapar dia. Dan kita yang telah menikamnya berulang-ulang. Idiotnya, meski kita telah menyayat-nyayatnya, menaburi lukanya dengan garam sambil nyanyi Genjer-Genjer, kita tidak nggak merasa telah membuatnya koma. Entah berapa bencana lagi dibutuhkan untuk menyadarkan kita. Berapa juta lagi isyarat dan tanda harus diberikan untuk membuat kita mengerti. Berapa lagi azab yang harus ditimpakan […]