Mari Bicara Tentang Cinta yang Mengawang
Suhendri Cahya Purnama Rumput hijau yang kududuki itu memang istimewa. Hijau, lembut dan terbebas dari rasa lembab. Bertebaran dalam pola lingkaran dan terbagi atas empat bagian, terpisahkan tanda (+) yang memagarinya begitu sempurna. Bangunan-bangunan di sekitarnya pun tak kalah istimewa. Konon dirancang oleh para arsitektur kawakan dari negeri kaum samurai. Bertingkat lima dengan dua buah […]
Penulis Edisi 205
Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam Suhendri Cahya Purnama, tinggal di Bandung. __________________________________
Penulis Edisi 203
Suhendri Cahya Purnama, tinggal di Bandung. Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. __________________________________
Jawabku Untukmu
Suhendri Chaya Purnama Ini raga akan hendak dibawa ke mana?Ini hati akan dipautkan kesiapa?Dan ini hidup akan dipersembahkan untuk apa? Malam telah merangkak mendekati titik terkelam. Sisa-sisa lantunan takbir, tasbih, dan tahmid masih mengalun indah. Mengawang ke angkasa. Menembus tujuh lapis langit dengan membawa impian-impian terjauh manusia. Siklus itu senantiasa berulang. Setiap waktu. Setiap masa. […]
Yang Tersentuh dan Terindera Oleh Jiwa-jiwa Merindu
Suhendri Cahya Purnama Hening. Detik pun merambat kala sepasang kaki mengayuh ombak. Kegelapan menyelimuti dengan serat-serat kelam tak tertembus. Nun di penghujung timur, mentari masih teramat dini untuk memunculkan pias-pias kehangatan. Hanya deru angin memayungi setiap langkah kaki yang tercetak jelas di pasir putih. Tapi hanya untuk beberapa helaan nafas. Setelahnya, datang serangkum ombak beringas […]
Penulis Edisi 201
Suhendri Cahya Purnama, tinggal di Bandung. Ani Mulyani, karyawan dan juga mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Jakarta.