Ina Mia

Terbaring di rangkuman pagi-hari baru jadi-Ina Mia mencarihati impi,Teraba Ina Miakulit harapan belakaIna Miamenarik napas panjangdi tepi jurangnapsuyang sudah lepas terhembusantara daun-daunan megelabukabut cinta lama, cinta hilangTerasa gentar sejenakIna Mia menekan tapak di hijau rumput,Angin ikut-dayang penghabisan yang mengipas-Berpalingkelihatan seorang serdadu mempercepat langkah di    tekongan 1948

Sudah Dulu Lagi

Sudah dulu lagi terjadi beginiJari tidak bakal teranjak dari petikan bedilJangan tanya mengapa jari cari tempat di siniAku tidak tahu tanggal serta alasan lagiDan jangan tanya siapa akan menyiapkan liang    penghasilanYang akan terima pusaka: kedamaian antara    runtuhan menaraSudah dulu lagi, sudah dulu lagiJari tidak bakal teranjak dari petikan bedil 1948

Persetujuan Dengan Bung Karno

Ayo! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janjiAku sudah cukup lama dengar bicaramu,     dipanggang atas apimu, digarami oleh lautmu Dari mulai tgl 17 Agustus 1945Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimuAku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno! Kau dan aku satu zat satu uratDi zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayarDi uratmu di uratku […]

Penulis Edisi 278

Linawati Sidharta atau Yoe Lien, kembali ke Indonesia dari sekolah di Amerika Serikat, dia bekerja sebagai wartawan di Jakarta dan sekarang tinggal di Amsterdam. Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur […]

Tuti Artic

Antara bahagia sekarang dan nanti jurang ternganga,Adikku yang lagi keenakan menjilat es arcticSori ini kau cintaku, kuhiasi dengan susu + coca colaIstriku dalam latihan: kita hentikan jam berdetik Kau pintas benar bercium, ada goresan tinggal terasa– ketika kita bersepeda kuantar kau pulang –Panas darahmu, sungguh lekas kau jadi dara,Mimpi tua bangka ke langit lagi menjulan. […]

Penulis Edisi 277

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]

Malam Di Pegunungan

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!***1947

Dua Sajak Buat Basuki Resobowo

IAdakah jauh perjalanan ini?Cuma selenggang! – Coba kalau bisa lebih!Lantas bagaimana?Pada daun gugur tanya sendiri,Dan sama lagu melembut jadi melodi! Apa tinggal jadi tanda mata?Lihat pada betina tidak lagi menengadahAtau bayu sayu, bintang menghilang Lagi jalan ini berapa lamaBoleh seabad… aduh sekerdip saja!Perjalanan karna apa?Tanya rumah asal yang bisu!Keturunanku yang beku di situ! Ada yang […]

Sajak Buat Basuki Resobowo

Adakah jauh perjalanan ini?Cuma selenggang! – Coba kalau bisa lebih!Lantas bagaimana?Pada daun gugur tanya sendiri,Dan sama lagu melembut jadi melodi! Apa tinggal jadi tanda mata?Lihat pada betina tidak lagi menengadahAtau bayu sayu, bintang menghilang Lagi jalan ini berapa lamaBoleh seabad… aduh sekerdip saja!Perjalanan karna apa?Tanya rumah asal yang bisu!Keturunanku yang beku di situ! Ada yang […]

Sorga*

buat Basuki Resobowo Seperti ibu + nenekku jugatambah tujuh keturunan yang laluaku minta pula supaya sampai di sorgayang kata Masyumi + Muhammadiyah bersungai susudan bertabur bidari beribu Tapi ada suara menimbang dalam dirikunekat mencemooh: Bisakah kiranyaberkering dari kuyup laut biru,gamitan dari tiap pelabuhan gimana?Lagi siapa bisa mengatakan pastidi situ memang memang ada bidarisuaranya berat menelan […]