Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi Kabar pecahnya gerakan Warsidi memaksa ayah datang ke Metro. Tanpa diskusi panjang, ayah langsung menyuruhku keluar dari Metro. “Alif, kamu harus pindah. Ayah tidak ingin, kamu terseret dalam kasus Warsidi sebab secara garis keturunan kita masih keluarga dekat dengan Warsidi,”tegas ayah saat kami berdua di dalam kamar. Bayangan wajah Indah, Fani, Ferdi, dan […]
Penulis Edisi 182
Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.
Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi Ketegangan akibat pecahnya gerakan Mujahidin terasa hampir di seluruh Kota Metro. Madrasah Al-Mizan, yang letaknya di seberang Polres Metro, tak lepas dari serangan gerakan Warsidi. Pukul sembilan pagi –saat sedang serius belajar– aku dan teman-teman panik mendengar suara tembakan dari berbagai penjuru. “Tiaraaaaaaap,” pekik aba-aba yang kami tidak tahu dari mana datangnya. Jeritan, […]
Penulis Edisi 181
Gendhotwukir, lahir di Magelang, 7 Januari 1978, bergiat di Komunitas Merapi. Sajak dan tulisannya tersiar di sejumlah media Indonesia dan di luar negeri; Hongkong, Belanda, dan Jerman. Pernah mengenyam pendidikan di Philosophisch-Theologische Hochschule Sankt Augustin, Jerman. Pendiri Rumah Baca Komuntas Merapi untuk masyarakat petani di Lereng Gunung Merapi. Ani Mulyani, karyawan swasta di Jakarta […]
Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi Mujahidin, Bagian KeluargakuTahun 1989 Gerakan Mujahidin marak di Desa Talangsari Way Jepara Lampung Tengah. Warsidi, yang lahir di Desa Sabrangrowo Borobudur, dinyatakan sebagai pemimpin gerakan. Pasukan TNI –yang dipimpin Kapten Soetiman untuk berunding dengan Warsidi– diserang dengan panah beracun sebelum ia sampai di lokasi. Mereka yang berencana untuk dialog, sama sekali tidak siap […]
Penulis Edisi 180
Herry Sudiyono, pernah masuk Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung namun tidak selesai dan menerbitkan buku terjemahan puisi Alejandra Pizarnik. Kini tinggal di Yogyakarta. Ganjar Sudibyo, Mahasiswa Psikologi Universitas Diponegoro, Semarang. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar. __________
Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi Guna-guna Gadis TetanggaTepat hari pelaksanaan, aku minta bantuan anak-anak Genesiss. Dengan meminjam mobil kijang milik Kholis, aku, Evi dan Zulaiha menemaniku — — agar tidak timbul fitnah– untuk menjemput Indah. Aku juga ingin menjaga nama baikku sebagai guru mengaji dan keluarga besar Mbah Hudi. Kalau aku menggincengnya dengan sepeda onthel, apa kata para […]
Penulis Edisi 179
Bambang Saswanda, mahasiswa Fakultas Sastra USU, Medan. Gendhotwukir, penyair dan jurnalis dari Komunitas Merapi, mendirikan Rumah Baca Komunitas Merapi dengan alamat blog: http://rumahbacakommerapi.multiply.com Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.
Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi Kali pertama seorang wali menyerahkan seorang gadis kepadaku; bukan untuk dinikahi tetapi untuk diajari mengaji. Puspita Indah Sari, begitu nama gadis itu, namun orang memanggilnya Indah. Putri dari Pak Wasis ini –tetangga Mbah Hudi– baru ditarik dari Yogyakarta karena kakak perempuannya tak tahan dengan ulah Indah. Menurut Pak Wasis, saat di Yogya Indah […]
Penulis Edisi 178
Ganjar Sudibyo Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Dewi Penyair, bukan dari keluarga penyair dan bukan mau menjadi seorang penyair tapi tulisannya -akunya- adalah perasaaan jiwa yang mengimbangi kesetaraan pikiran. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin Jurusan Dakwah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis. Karya-karyanya dimuat di sejumlah surat kabar.