Tentang Penulis Edisi 27
Maria Pakpahan, anak antropologi UGM yang menjadi pegiat perempuan dan mengambil program MA Development Studies ke Institute of Social Studies, Belanda. Mengaktifkan LSM Tjoet Njak Dien dengan perhatian pada pembantu rumah tangga. Sekarang sedang mengambil Msc by Research on Englightenment di University of Edinburgh, Skotlandia. Lenah Susianty, setelah tamat dari Unviersitas Krisnten Indonesia sempat bekerja […]
Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu 7 – Bramantyo Prijosusilo
Di dalam kafe, udara terasa hangat lagi. Meja-meja kecil dikerubuti para pelangan yang duduk sambil berbincang-bincang. Sepintas, terlihat bahwa mereka terdiri dari berbagai ras, berbagai bangsa. Ada yang berwajah Arab, ada yang berkulit hitam, ada yang Cina, ada yang bule, ada yang berperawakan kecil ada yang besar, pria dan wanita. Sanca rupanya satu-satunya bayi di […]
Tentang Penulis Edisi 26
Liston Siregar, tamat dari Universitas Diponegoro masuk Tempo sampai dibredel dan sekarang bekerja di BBC Siaran Indonesia. Sutrisno Budiharto, aslinya Wonogiri dan sempat kuliah di Yogyakarta tapi belum rampung sudah bergabung dengan Kedaulatan Rakyat, pindah ke Harian Surya, dan sekarang di Radar Solo. Pernah dihajar massa Golkar di Solo. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal […]
Tentang Penulis Edisi 25
Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja. Pernah bermukim di London dan sekarang kembali ke Jogja.Yayak Kencrit pegiat seni asal Yogya, pembuat kalender Tanah Untuk Rakyat, dan pendiri Perguruan Rakyat Merdeka. Kini tinggal di Jerman. Lily Glorida Nababan Tamatan Fakultas Hukum Universitas Parahiyangan, Bandung, lantas ikut pendidikan di Lembaga Pers Dr. Soetomo, masuk SWA dan […]
Tentang Penulis Edisi 24
Arief W. Djati, pegiat lingkungan dan pertanahan. Direktur Yayasan AREK di Surabaya periode 1994-1998. Kini menjadi jadi peneliti di Yayasan AREK. Tinggal di Surabaya. Yusuf Arifin, tamat Universitas Yogyakarta masuk Majalah Detik sampai dibredel tahun 1994 sebelum jadi Produser Radio di BBC Siaran Indonesia. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja. Pernah bermukim di London […]
Tentang Penulis Edisi 23
Liston Siregar, tamat dari Universitas Diponegoro masuk Tempo sampai dibredel dan sekarang bekerja di BBC Siaran Indonesia. Sitok Srengenge, kini ikut mengelola jurnal kebudayaan Kalam. Kumpulan tiga antologi puisinya yang terbaru sudah diterbitkan ; Kelenjar Bekisar Jantan, Anak Jadah, dan Nonsens. Aktif membantu AJI waktu pembredelan Tempo, Detik dan Editor di jaman Suharto dulu. Sekarang sedang […]
Tentang Penulis Edisi 22
Aboeprijadi SantosoWartawan Radio Hilversum Belanda, sekaligus pegiat demokrasi. Mulai jadi wartawan sejak tahun 1982 di Hilversum, kemudian juga di mingguan berita Editor (s/d 1994). Aktif mengamati Timor Lorosae dan kemarin meliput pemilu Timor Lorosae. Sekarang masih bermukim di Belanda tapi sejak tidak masuk daftar hitam imigrasi lagi bolak-balik ke Indonesia. Aulia Andri, pernah jadi wartawan di […]
Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu 2 – Bramantyo Prijosusilo
Dua, Hari Pertama Lebih duapuluh tahun kemudian, Jagger Jogja, telah dewasa. Wajahnya tetap mirip Bagong, dengan rahang yang kuat dan bibir berlebih. Bentuk tubuhnya tak tambun, melainkan kurus. Nama Jagger tetap melekat padanya, bahkan dikukuhkan dengan selamatan dan akte dari Catatan Sipil. Kini, Jagger Melayu, bersama Elaine, ibunda anak Jagger yang bernama Sanca, sedang berada […]
Tentang Penulis Edisi 21
Aniceto Guterres Lopes, tamatan Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bali. Kini menjabat ketua dewan pengurus Yayasan HAK di Dili. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja. Pernah bermukim di London dan sekarang kembali ke Jogja. Imron Supriyadi, lahir di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah tapi sekolah dan tamat di Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang. Tamat Jurusan Komunikasi Dakwah. Pernah gabung […]
Pangeran Jawa Atawa Jagger Melayu 1 – Bramantyo Prijosusilo
Satu, Pada Awalnya Di Indonesia dahulu, menjelang akhir rejim yang dinamakan Orde Lama oleh musuhnya, musik dunia yang direproduksi lewat piringan hitam dan radio, menembus batin satu golongan pada satu generasi muda. Histeria massa muda itu terjadi sedunia, dan gelombang gairah muda yang merasa memperoleh panutan tersebut, dilawan Presiden Sukarno yang tua, dengan melarang musik […]