‘Betina’-nya Affandi

Betina, jika di barat nantimenjadi gelapturut tenggelam sama sekalijuga yang mengendapdi mukamu tinggal bermain Hidup dan Mati Matamu menentang -sebentar dulu!Kau tidak gamang, hidup kau sintuh, kau cumbusekarang senja gosong, tinggal abu…Dalam tubuhmu ramping masih berkejaran             Perempuan dan Laki***1946

Penulis edisi 273

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]

Penulis edisi 272

Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua MULO ke Jakarta, tempat ia […]

Senja di Pelabuhan Kecil

          buat Sri AjatiChairil Anwar Ini kali tidak ada yang mencari cintadi antara gudang, rumah tua, pada ceritatiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlautmenghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elangmenyinggung muram, desir hari lari berenangmenemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerakdan kini tanah dan air hilang ombak Tiada lagi. Aku sendiri. […]

Cintaku Jauh di Pulau

Cintaku jauh di pulau,gadis manis, sekarang iseng sendiri Perahu melancar, bulan memancar,di leher kukalungkan ole-ole buat si pacarangin membantu, laut terang, tapi terasaaku tidak ‘kan sampai padanya Di air yang tenang di angin mendayudi perasaan penghabisan segala melajuAjal bertakhta sambil berkata“Tujukan perahu ke pangkuanku saja.” Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!Perahu yang bersama ‘kan merapuh!Mengapa Ajal […]

Buat Album D.S.

Seorang gadis lagi menyanyiLagu derita di pantai yang jauhKelasi bersendiri di laut biru, dariMereka yang sudah lupa bersuka Suaranya pergi terus meninggi,Kami yang mendengar melihat senjaMencium belai si gadis dari pipiDan gaun putihnya sebagian dari mimpi Kami rasa bahagia tentu ‘kan tibaKelas mendapat dekapan di pelabuhanDan di negeri kelabu yang berhibaPenduduknya bersinar lagi, dapat tujuan […]

Nocturno

Nocturno(fragment) …………………………………………………………………………………. Aku menyeru – tapi tidak satu suaramembalas, hanya mati di beku udaraDalam diriku terbujur keinginanjuga tidak bernyawa.Mimpi yang penghabisan minta tenaga,Patah, kapak, sia-sia berdayaDalam cekikan hatiku Terdampar… Mengiyam abu dan debuDari tinggalannya suatu laguIngatan pada Ajal yang menghantu,Dan demam yang nanti membikin kaku………………………………………………………………………………………… Pena dan penyair keduanya mati,Berpalingan!***1946

Penulis edisi 271

Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin membantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya […]

Penulis Edisi 270

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]

Dengan Mirat

Kamar ini jadi sarang penghabisandi malam yang hilang batas Aku dan dia hanya menjengkaurakit hitam ‘Kan terdamparkahatau terserahpada putaran pitam? Matamu ungu membatu Masih berdekapankah kami ataumengikuti juga bayangan ini ***8 Januari 1946*. Dalam Debu Campur Debu, sajak ini berjudul Orang Berdua