Penulis edisi 236
Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. Novel pertamanya, Teheran Dalam Stoples diterbitkan oleh Diva Press. Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Ajip Rosidi (lahir 1938) pertama kali pindah ke Jakarta tahun […]
Delima yang bertutur tentang Senayan
(Aminatul Faizah) Aku tak yakin dengan apa jenisku. Tapi aku tahu, aku laki-laki dan aku perempuan yang terdiam. Terdiam di persimpangan antara ada dan tiada, antara yang dianggap dan antara terbuang dan tersisihkan. Aku syukuri itu adanya. Setidaknya Tuhan memberi pengajaran padaku tentang surga dan neraka. Tentang malaekat dan juga setan dan Tuhan begitu baik […]
Penulis edisi 223
Bernando J Sujibto, kelahiran Sumenep, 24 Februari 1986. Menulis puisi, esai, artikel, dan resensi di media lokal ataupun nasional. Karya puisinya terkumpul dalam antologi bersama seperti Risalah Dua Jari (Andalas, 2002), Kampung dalam Diri (Temu Penyair Lima Kota, 2008), Puisi Menolak Lupa (Obsesi Press, 2010), Mazhab Kutub (Pustaka Pujangga, 2010), dan Suluk Mataram (Galang Press, […]
Kotaku, Kotamu, Kota Kita
Aminatul Faizah Dua generasi yang berbeda masa dan tempat bertemu pada suatu kota. Mereka, Upik dan orang yang tidak seberapa ia kenal, tengah duduk manis di tengah awan mimpi. Orang itu bernama Sigar, mungkin hanya julukan karena badannya yang tak utuh lagi. Dia tinggal setengah nyawa, setengah badan, dan setengah dari rasa ketidak puasannya akan […]
Penulis Edisi 216
Aminatul Faizah lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. W.S. Rendra (lahir 1935) dianggap sebagai penyair terpenting setelah Chairil Anwar dalam sastra Indonesia. Adalah juga seorang dramawan yang terkenal karena eksperimen-eksperimen […]
Penulis edisi 211
Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. Mohamad Ulil Albab, lahir di Banyuwangi dan pegiat di Lembaga Pers Mahasiswa, Fakultas Sastra Universitas Jember. __________________________________
Mari Bercerita Tentang Kakekku
Aminatul Faizah Hari ini adalah hari kesekian kalinya di tahun-tahun sebelumnya. Hari ketika kakek tercinta pergi untuk selamanya. Aku ingat dengan jelas detik-detik menjelang kepergiannya. Hari itu tepat lima tahun terpenjara di dalam rumahnya sendiri, terpancung dalam ruang sempit terbatas bicaranya. Tapi kakek adalah pria jawa yang welas asih dan sabar. Jika mengingatnya, akupun terlempar […]
Segenggam Biji untuk Kakek Bumi
Aminatul Faizah Dulu ketika aku masih kecil, atau mungkin aku setengah dewasa. Sadar atau tidak aku selalu mendengar seseorang yang berkata, atau mungkin setengah mengeluh.“Jiwa ini milik siapa?”“Tubuh ini naungan siapa?”“Raga ini tak bertuah dan mati…Tapi aku mencintai kamu sebagai pemimpin munggil?” Seperti itu kira-kira bunyinya. Mungkin setiap manusia perasa -atau yang mau meluangkan sedikit […]
Penulis Edisi 209
Liston P Siregar, editor ceritanet.com Aminatul Faizah, lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif.__________________________________
Hujan
Aminatul Faizah Hujan…hujan…hujan membawaku jauh kedalam masa laluku yang terdalam. Hujan juga yang memberikan irama menghayutkan aku untuk jauh kedalam tabirku. Kucoba kembali, aku…aku mengingatnya lagi. Aku ingin menghapus rasa sesalku sedihku dan maluku…sendiri terasing dengan apa yang aku yakini. Ini mungkin, hukuman atas perbuatanku atas dustaku dan juga egoku. Tak mungkin, tak mungkin aku […]