Selamat Tinggal

perempuanChairil Anwar Aku berkacaIni muka penuh lukaSiapa punya? Kudengar seru menderu-dalam hatiku-Apa hanya angin lalu Lagu lain pulaMenggelepar tengah malam butaAh…!!! Segala menebal, segala mengentalSegala tak kukenal Selamat tinggal…!!! *. versi naskah asli

Selamat Tinggal

Aku berkacaBukan buat ke pesta Ini muka penuh lukaSiapa punya? Kudengar seru menderu-dalam hatiku?-Apa hanya angin lalu? Lagu lain pulaMenggelepar tengah malam buta Ah…!!!Segala menebal, segala mengentalSegala tak kukenal… Selamat tinggal…!!! 12 Juli 1943 *. Versi Kerikil Tajam dan YangTerampas dan Yang Putus

Dendam

Berdiri tersentakDari mimpi aku bengis dielak Aku tegakBulan bersinar sedikit tak nampak Tangan meraba ke bawah bantalkuKeris berkarat kugenggam di hulu Bulan bersinar sedikit tak nampak Aku mencariMendadak mati kuhendak berbekas di jari Aku mencariDari tercerai dari hati Bulan bersinar sedikit tak tampak 13 Juli 1943

Mulutmu Mencubit di Mulutku

Chairil Anwar Mulutmu mencubit di mulutkuMenggelegak benci sejenak ituMengapa merihmu tak kucekik pulaKetika halus-perih kau meluka?? 12 Juli 1943

Penulis edisi 262

Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin memebantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita […]

Kita Guyah Lemah*

Kita guyah lemahSekali tetak tentu rebahSegala erang dan jeritanKita pendiam dalam keseharian Mari tegak merentakDiri sekeliling kita bentakIni malam purnama akan menembus awan***22 Juli 1943 *. Judul sajak berasal dari Pamusuk Eneste, semula sajak ini tanpa judul

Penulis edisi 263

Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin memebantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita pendek. Karakter Tokareva cenderung orang […]

Merdeka

Aku mau bebas dari segalaMerdekaJuga dari Ida PernahAku percaya pada sumpah dan cintaMenjadi sumsum dan darahSeharian kukunyah-kumamah Sedang meradangSegala kurenggutIkut bayang Tapi kiniHidupku terlalu tenangSelama tidak antara badaiKalah menang Ah! Jiwa yang menggapai-gapaiMengapa kalau beranjak dari siniKucoba dalam hati***14 Juli 1943

1943

Racun berada di reguk pertamaMembusuk rabu terasa di dadaTenggelam darah dalam nanahMalam kelam membelamJalan kaku lurus. PutusCanduTumbangTanganku menadah patahLuluhTerbenamHilangLumpuhLahirTegakBerderakRubuhRuntuhMengaum. MengguruhMenentang. MenyerangKuningMerahHitamKeringTandasRataRataDuniaKauAkuTerpaku***1943

Jangan Kita Di Sini Berhenti

Jangan kita di sini berhentiTuaknya tua, sedikit pulaSedang kita mau berkendi-kendiTerus, terus dulu….!! Ke ruang di mana botol tuak banyak berbarisPelayannya kita dilayani gadis-gadisO, bibir merah, selokan mati pertamaO, hidup, kau masih ketawa***24 Juli 1943*. Judul sajak berasal dari Pamusuk Eneste, semula sajak ini tanpa judul