Dokter Zhivago 5 – Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960, dengan penulisan ejaan baru Kini setelah kereta api tertahan satu abad lamanya, maka justru karena bukan orang lain selain Grigory Oispovich yang menarik rem darurat itulah membuat kesan seolah penghentian kereta-api serta keributan itu adalah karena kehendak keluarga Gordon. Tak ada yang mengetahui, mengapa harus menunggu selama itu. Konon […]
Membunuh Tuhan – Imron Supriyadi
Siapa bilang Tuhan tak bisa mati! Tuhan bisa saja mati.! Tuhan sering dibunuh oleh semua. Bukan saja aku, tetapi, kau dan kita! Ya semua telah melakukan pembunuhan Tuhan. Bukan seorang kiai. Bukan seorang bhiksu dan pastor. Bukan pula seorang suster, sampai seorang birokrat dan para kaum gembel, semua juga melakukan pembunuhan Tuhan. Maka Tuhan pun […]
Tikus dan Kijang 1 – Ahmad Taufik
Pukul tiga dini hari baru saja lewat, ketika Aku sampai di rumah kontrakkanku. Aku baru saja lolos dari sebuah pengalaman pahit di sebuah hotel bertaraf internasional dan sebuah kantor polisi. Tapi aku masih belum bisa merasa tenang. Aku pergi ke kamar mandi, lalu menggambil air wudhu. Kulanjutkan dengan shalat sunnat dua rakaat. Aku harus merasa […]
Tentang Penulis Edisi 5
Rin Hindryati P pernah menjadi wartawan Majalah Prospek, Harian Bisnis Indonesia, AP-Dow Jones News Wires, dan sekarang di The Asian Wall Street Journal, Jakarta. Tamat dari Universitas Nasional dan pernah ikut program post-graduate di Universitas Duniden, Selandia Baru. Anggota International Federation of Journalists (IFJ) dan salah satu pendiri Yayasan Jurnalis Independen (YJI). Ahmad Taufik aktif […]
Mari Bung, Rebut Kembali…! – Dianto Bachriadi dan Anton Lucas
Pagi itu, Rabu 20 Mei 1998, adalah hari kedua Sobari (37) ‘libur’ kerja. Jakarta dalam suasana sangat tegang. Puluhan ribu mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR di Senayan. Ratusan ribu mahasiswa di berbagai kota lain melakukan hal yang serupa. Hampir seminggu jalanan, alun-alun, dan gedung perwakilan rakyat yang ada di kota-kota besar di Indonesia ditumpahi ribuan demonstran. […]
Papua Yang Serba Mahal – Rin Hindryati P.
Papua atau Irian Jaya. Itu mungkin persoalan pertama yang aku hadapi ketika akan bertugas ke Pulau Burung itu. Presiden Abdurrahman Wahid sudah mendeklarasikan namanya sebagai Papua, tapi media massa Indonesia dan para pejabat eselon satu –setelah sempat menggunakan nama Papua– kini kembali dengan Irian Jaya –untuk menegaskan bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. […]