Rumah Penjara Penyair
Jajang R. Kawentar Aku punya kawan seorang penyair, itu kataku. Tetapi lain kata tetangganya, ia pengangguran sinting, tanpa beban. Banyaklah tertawanya ketimbang menampakkan muka masam atau muka jeruk purutnya. Kalau kata kawanku yang lain, ia figur anti kemapanan sejati untuk saat ini. Hidup tidak untuk masa depan, hidup adalah saat ini dan nikmatilah saat ini […]
Tentang Penulis Edisi 107
Liston P. Siregar, editor ceritanet yang lahir di Medan. D. Hasanudin, lahir di Sumedang, besar di Payakumbuh, dan kini tinggal di Belanda.
Guru Kebangsaan Harry Roesli
Liston P. Siregar Terbetik berita duka lara tentang negeri kita yang tercintaNegeri tercinta, negeri tercinta, negeri tercinta… Harry Roesli –lahir Bandung 10 September 1951 dan meninggal dunia Jakarta 11 Desember 2004– adalah orang yang paling berhasil mengajarkan saya –dan mungkin juga orang-orang lainnya— tentang perasaan kebangsaan yang sebenarnya. Dia memang lebih dikenal sebagai seniman badung, […]
Dokter Zhivago
Boris PasternakWaktu malam baru tiba, bangunlah Yury, dipenuhi rasa bahagia tak menentu yang kuat sampai ia bangkit. Kereta api berhenti. Stasiun bermandi magrib, mengaca, menjelang malam terang. Sesuatu yang halus dan jaya dalam gelap yang berbinar ini menyarankan tamasya luas terbuka, seolah stasiun itu berdiri tinggi atas tanah berbukit.selengkapnya
Salju
D. Hasanudinseperti buku tamu di depan matamudi sini ditemukan kembaliberapa pedestrian berlalu-lalangyang di lain musim hilang tak berjejak.selengkapnya
Guru Kebangsaan Harry Roesli
Liston P. SiregarTerbetik berita duka lara tentang negeri kita yang tercintaNegeri tercinta, negeri tercinta, negeri tercinta…Harry Roesli –lahir Bandung 10 September 1951 dan meninggal dunia Jakarta 11 Desember 2004– adalah orang yang paling berhasil mengajarkan saya –dan mungkin juga orang-orang lainnya— tentang perasaan kebangsaan yang sebenarnya. Dia memang lebih dikenal sebagai seniman badung, tapi buat […]
Dokter Zhivago
Boris Pasternak(alih bahasa Trisno Sumardjo), disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960) Waktu malam baru tiba, bangunlah Yury, dipenuhi rasa bahagia tak menentu yang kuat sampai ia bangkit. Kereta api berhenti. Stasiun bermandi magrib, mengaca, menjelang malam terang. Sesuatu yang halus dan jaya dalam gelap yang berbinar ini menyarankan tamasya luas terbuka, seolah stasiun itu berdiri […]