Aaja Savariya come to me, my beloved

Farah Rachmat Pemandangan Pantai masih saja mempesona. Apalagi waktu kami menikmati matahari tenggelam. Saat di Pantai, ketika jalan-jalan dengan Anjeli, aku memperhatikan tekstur pasir Pantai yang mempesona. Aku merasa goresan air laut pada pasir Pantai mempunyai sejuta rahasia, sejuta cinta dan kasih, tergurat pada tekstur Pantai. Romantis sekali perasaanku saat itu. Matahari tenggelam juga mempunyai […]

MORE
Sekeping Hati

Egita Pauline Ia memeluk tubuhku dari belakang, dan mulai menciumi rambut, kemudian ke batang leher, aku masih berdiri kaku, tidak melakukan apapun, tidak membalas apa yang sedang ia lakukan, ntah kenapa aku membiarkan ia melakukan hal tersebut, tiba-tiba aku merasa tubuhku sedikit bergetar berharap ia akan melepaskan pelukannya, tapi ia malah menempelkan wajahnya pada batang […]

MORE
Tentang Penulis Edisi 132

Farah Rachmat, pekerja lembaga bantuan sosial, aktif di kumpulan penterjemah dan tinggal di Jakarta. Egita Pauline, announcer di 107.50 FM, Music City dan sedang menulis novel pertamanya. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam.

MORE
Topeng

Presiden Hayat 00.01 WIBSeperti biasa aku menutup hari dengan duduk di depan cermin. Seperti biasa pula bukan wajahku yang nampak, tetapi topengku yang menjengul. Malam ini, kalau kuhitung, sudah yang ketujuh ribu lima ratus kalinya aku melakukan ritual ini. Setiap malam menjelang tidur, aku mengevaluasi hari yang telah kulewati dan membahas strategi untuk menghadapi hari […]

MORE