penggalan

atau sebait “halo, siapa?” menjuntai di antara kabut yang tersesat dan lampu-lampu telah padamketika sebuah jejak pulang ke horizon, arah yang menyepi

kembali malam kepada kita

kembali malam kepada kita, tanpa nama,tanpa ketuk di pintu, di pesiangnya jelaga di kaca lentera-sebaris firman mengembun ketika bertanya kenapa,kau tak bisa berkata

Kartu Platinum

Presiden Hayat “Kalau mau beli mobil tinggal gesek aja dong,“ iblis konsumtif di otakku yang menyambut ketika 2 orang marketing kartu kredit datang menemui di kantor. Mereka bilang kalau sampai disetujui, limit kreditnya bisa sampai 200 juta. Seksinya kartu kredit platinum dan bayangan orgasme berbelanja, hilir mudik menggoda dan meracuni akal sehatku. Dan bukan sekedar […]

sebuah kata

Herry Sudiyono sebuah kata terlahir dengan pijar tanah berjalin di akar-akar yang mengintip kepada cahaya di luar, (tuliskan sesuatu, ucapmu, tuliskan apa saja bila kita tak lagi bisa)Nu, sungguh kita tak lagi bisa…

di beranda

selarik cahaya singgah di berandaketika kau tertegun oleh sebuah kata yang purba –seperti terdengar derak patahsesaat lalu kau memerciklarut pada cuaca

Maling dan Ustadz

Imron Supriyadi Perjalanan melelahkan menyeberang ke Pulau Sumatera sama sekali tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Juga tak pernah aku membayangkan bagaimana puluhan mobil bisa masuk ke dalam kapal dan tidak karam ke dasar lautan. Pikiran yang bodoh karena baru kali itu kulihat puluhan mobil masuk ke dek kapal paling bawah. sementara di atasnya untuk mobil-mobil pribadi […]

Penulis Edisi 165

Presiden Hayat penikmat seni dan sayur asam wah, IAIN Raden Fatah Palembang dan menjadi jurnalis sejak tahun 1995. Bukunya berjudul Revolusi Hati untuk Negeri akan segera terbit. Herry Sudiyono, pernah masuk Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung namun tidak selesai dan menerbitkan buku terjemahan puisi Alejandra Pizarnik. Kini tinggal di Yogyakarta. Imron Supriyadi, tamatan Fakultas Usuhuluddin […]