Yang Tersentuh dan Terindera Oleh Jiwa-jiwa Merindu
Suhendri Cahya Purnama Hening. Detik pun merambat kala sepasang kaki mengayuh ombak. Kegelapan menyelimuti dengan serat-serat kelam tak tertembus. Nun di penghujung timur, mentari masih teramat dini untuk memunculkan pias-pias kehangatan. Hanya deru angin memayungi setiap langkah kaki yang tercetak jelas di pasir putih. Tapi hanya untuk beberapa helaan nafas. Setelahnya, datang serangkum ombak beringas […]
Penulis Edisi 201
Suhendri Cahya Purnama, tinggal di Bandung. Ani Mulyani, karyawan dan juga mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Jakarta.