Sungai Ciliwung Yang Miskin
Slamet Kirnanto (1967) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Sungai Ciliwung yang miskin, tak kutahu dukamuDukamu yang coklat, merambati kota Jakarta yang padatApakah itu tangisan membasahi bumi resah?tumpukan nasib menjelujuri kota gelisah Sungai Ciliwung yang miskin, tak kutahu dukamuDuka kekal tak sampai jangkauanku : tangismu o tangismuLahir di sini kehidupan dewasa dan kersuburan bumitonggak kesabaran merambati alur […]
Kotaku, Kotamu, Kota Kita
Aminatul Faizah Dua generasi yang berbeda masa dan tempat bertemu pada suatu kota. Mereka, Upik dan orang yang tidak seberapa ia kenal, tengah duduk manis di tengah awan mimpi. Orang itu bernama Sigar, mungkin hanya julukan karena badannya yang tak utuh lagi. Dia tinggal setengah nyawa, setengah badan, dan setengah dari rasa ketidak puasannya akan […]
Ciliwung
W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia Ciliwung kurengkuh dalam nyanyikarena punya coklat kali SoloMamma yang bermukim dalam cintadan berulang kusebut dalam sajakwajahnya tipis terapungdaun jati yang tembagaHanyutlah mantra-mantra dari dukunhati menemu segala yang hilang Keharuan adalah tonggak setiap ujungdan air tertumpah dari mata-mata di langitKali coklat menggeliat dan menggeliatWajahnya penuh lingkaran-lingkaran bundar! Katakanlah dari […]
Penulis Edisi 216
Aminatul Faizah lahir di Gresik, 31 desember 1989 dan memegang motto: jadikan apa yang tak sempurna melebihi kesempurnaan itu sendiri karena kesempurnaan sejati yang mutlak milik Tuhan dan di dunia kesempurnaan adalah relatif. W.S. Rendra (lahir 1935) dianggap sebagai penyair terpenting setelah Chairil Anwar dalam sastra Indonesia. Adalah juga seorang dramawan yang terkenal karena eksperimen-eksperimen […]