Kawanku dan Aku
Kami jalan sama. Sudah larutMenembus kabutHujan mengucur badan Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat. Siapa berkata? Kawanku hanya rangka sajaKarena dera mengelucak tenaga Dia bertanya jam berapa! Sudah larut sekaliHingga hilang segala maknaDan gerak tak punya arti *Versi Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus15 Juni 1943
Ibu Izin Mau Membaca Buku Di Sini, Rabu-Rabu* Saja
Arifah Nugraheni Berderet-deret bangku lusuh penuh coretan pena dan goresan silet seakan ingin mengenalkan dirinya bahwa dia sudah banyak diduduki manusia. Warna cat coklatnya cenderung mulai menghitam kusam. Kursi plastik tambahan tak cukup jumlahnya untuk siswa. Berebut kursi jadi pemandangan yang biasa tiap kali masuk ke kelas. Yang duduk di kursi plastik bisa menikmati sensasi […]
Dari Kehidupan Para Jutawan
Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadae Di Etiopia wabah penyakit sedang merebak dan orang mati kelaparan, tapi di Paris ada seorang jutawan dengan kehidupan yang nyaman. Itu di Etiopia namun Etiopa menawan Maurice dengan usia mudanya dan penuh cinta berahi. Etiopa menangkap ‘zizi’ Maurice (zizi dalam bahasa Prancis berarti kemaluan lelaki). Dia menjepit zizi Maurice dengan ‘celah’nya […]
Kawanku Dan Aku
(Chairil Anwar) Kami sama pejalan lautMenembus kabutHujan mengucur badanBerkakuan kapal-kapal di pelabuhan Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat Siapa berkata-kata…?Kawanku hanya rangka sajaKarena dera mengelucak tenaga Dia bertanya jam berapa? Sudah larut sekaliHilang tenggelam segala maknaDan gerak tak punya arti *Versi Deru Campur Debu
Penulis edisi 258
Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin memebantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita pendek. Karakter Tokareva cenderung orang […]
Teheran Dalam Stoples
MauludiUmmu meminta kami pulang agak lama. Kami akan menghias kelas kami dengan aneka bunga. Sudah hampir seminggu yang lalu banyak toko yang menjual aneka kue. Kami menghias kelas dengan banyak kertas yang berwarna. Lalu kami akan pulang. Kata ibu, ia akan mengajakku menuju rumah klan Khan. Rumah Faris. Katanya disana ada pesta mauludi. Saat kami […]