sajak Bercerai
Kita musti berceraiSebelum kicau murai berderai Terlalu kita minta pada malam ini Benar belum puas serah-menyerahDarah masih berbusah-busah Terlalu kita minta pada malam ini Kita mesti berceraiBiar surya ‘kan menembus oleh malam di perisai Dua benua bakal bentur-membenturMerah kesumba jadi putih kapur Bagaimana?Kalau IDA, mau turut mengaburTidak samudra caya tempatmu menghambur***7 Juni 1942
Aku
Melangkahkan aku bukan tuak menggelegakCumbu buatan satu biduanKujauhi ahli agama serta lembing katanya Aku hidupDalam hidup di mata tampak bergerakDengan cacar melebar, barah bernanahDan kadang satu senyum kukucup minum dalam dahaga***8 Juni 1942
“Itu Maleo, Nak. Bukan Ayam Besar. Jangan Dimakan Lagi!”
Siang yang cerah di minggu kedua di bulan Mei, trio Manuru sudah bermain di rumah kami. Saat kami bertiga akan memasak. Mereka bertiga bermain hula hop, tertawa riang begitu lincah. “Rumah ini sudah mirip tempat penitipan anak, kita sekarang punya anak piara 3 orang”, unkap Linda sembari melihat atraksi ketiga bocah itu. Sudah beberapa menit […]
Dari Kehidupan Para Jutawan
Victoria TokarevaPenerjemah: Victor Pogadaev Kami kembali ke rumah. Selama kami berada di luar, telah datang kawan wanita Madelaine dengan suaminya yang bernama Charles. Semua duduk di meja. Pembantu rumah tidak kelihatan. Mungkin dia di dapur menyediakan hidangan dan sesudah itu langsung pulang. Yang dihidangkan ialah ayam hutan yang ditembak pagi tadi di hutan. Yang memburu […]
Teheran Dalam Stoples
Bulan penuh berkahMullah Fairus datang lebih awal dari biasanya. Mahmud Nampak sangat cerah hari ini. Mullah mengajarkanku tentang arti pentignya puasa karena beberapa hari lagi puasa akan tiba. Mullah dengan sabar menjawab semua pertanyaan konyolku tentang ini dan juga itu yang tak logis. Saat itulah aku bertanya pada diriku apa mazhabku. Aku baru tahu apa […]
Penulis Edisi 259
Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin memebantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Viktoriya Tokareva, lahir 20 November 1937 in Leningrad. Penulis naskah film dan cerita pendek. Karakter Tokareva cenderung orang […]