1943

Racun berada di reguk pertamaMembusuk rabu terasa di dadaTenggelam darah dalam nanahMalam kelam membelamJalan kaku lurus. PutusCanduTumbangTanganku menadah patahLuluhTerbenamHilangLumpuhLahirTegakBerderakRubuhRuntuhMengaum. MengguruhMenentang. MenyerangKuningMerahHitamKeringTandasRataRataDuniaKauAkuTerpaku***1943

MORE
Jangan Kita Di Sini Berhenti

Jangan kita di sini berhentiTuaknya tua, sedikit pulaSedang kita mau berkendi-kendiTerus, terus dulu….!! Ke ruang di mana botol tuak banyak berbarisPelayannya kita dilayani gadis-gadisO, bibir merah, selokan mati pertamaO, hidup, kau masih ketawa***24 Juli 1943*. Judul sajak berasal dari Pamusuk Eneste, semula sajak ini tanpa judul

MORE
Penulis Edisi 264

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Arifah Nugraheni, kelahiran Klaten, Pulau Jawa, dan sekarang mengajar di SM3T di Pulau Morotai, Maluku Utara. Kontrak mengajarnya di Pulau Morotai selama satu tahun dan pada masa itu ingin memebantu menyampaikan suara-suara para murid di Pulau Morotai. Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. […]

MORE
Sepatu Linda dan Seorang Murid

Arifah Nugraheni Siang itu agak berbeda dengan biasanya. Linda masuk rumah tanpa salam, dia tidak berkata apa-apa. Sambil menenteng sepatu pantofel yangdikenakannya tadi pagi dia berjalan menuju ke samping rumah. Lalu dengan kuat dia lemparkan pantofel hitam miliknya itu ke tempat sampah. Melihat pemandangan itu, aku dan Henny cepat-cepat mendekatinya yang sedang berdiri di bawah […]

MORE
Teheran Dalam Stoples

-. KhasanAkhirnya setelah enam tahun berlalu, hari perkenalan itu ada juga. Saat itu kami sedang menikmati sore hari di halaman. Adikku memanjat pohon jambu air dan aku menunggunya di bawah. Ibu sedang melihat acara televisi yang menayangkan betapa panasnya persaingan elit politik. Betapa kritisnya kejenuhan saat itu. Saat itu bulan Mei awal. Ibu selalu bilang […]

MORE
G3 WA (Gara-gara Grup WhatsApp)

Sama seperti Anda sekalian, aku punya belasan grup WA, dan –juga mungkin sama dengan Anda sekalian- sebagian besar dibungkam supaya aku yang menentukan kapan membaca dan meramaikannya. Grup WA-ku sebenarnya cuma belasan –kawan SD, SMP, SMA, universitas, tetangga, pomparan Ompu* dari garisku dan garis istri, kawan main bola, kawan kolektor kaset jadul- tapi semuanya setali […]

MORE