Dari Dia

Buat KChairil Anwar Jangan salahkan aku, kau kudekapbukan karena setia, lalu pergi gemerincing ketawa!Sebab perempuan susah mengatasiketerharuan penghidupan yang ‘kan dibawakan padanya… Sebut namaku! Ku datang kembali ke kamarYang kautandai lampu merah kaktus di jendelaTidak tahu buat berapa lama, tapi pasti di senja samarRambutku ikal menyinar, kau senapsu dulu kuhela Sementara biarkan ‘ku hidup yang […]

MORE
Kepada Kawan

Sebelum Ajal mendekat dan mengkhianat,mencengkram dari belakang ‘tika kita tidak melihat,selama masih menggelombang dalam dada darah     serta rasa belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,layar merah terkibar hilang dalam kelam.kawan, mari kita putuskan kini di siniAjal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri! JadiIsi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,Tembus jelajah dunia ini […]

MORE
Penulis Edisi 274

Liston P Siregar, editor www.ceritanet.com Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua […]

MORE
Ini (Jalanan) Medan Bung

Kalau Anda mengeluh tentang kekacauan lalu lintas di Jakarta, atau kota-kota lain di Indonesia, cobalah datang ke Medan. Hampir pasti standard kekacauan Anda akan berubah –yang tadinya amat kacau akan menjadi agak sedikit kacau, atau agak kacau menjadi mendingan. Sama seperti dengan kota-kota besar lain di Indonesia, kemacetan lalu lintas di Medan rasanya semakin parah. […]

MORE