Menegaskan ibadah orang Bali
Dibanding dengan banyak orang Jakarta yang belakangan ini sering ke Bali untuk sekedar berakhir pekan -begitulah yang terdengar- saya jelas tergolong naif dalam soal Bali. Terakhir kali, sebelum kunjungan Februari lalu, rasanya sekitar belasan tahun lalu kami sekeluarga liburan ke Bali dan lebih banyak bersantai di Ubud dengan hanya dua hari terakhir berkelana di sekitar […]
Penulis Edisi 280
Chairil Anwar, (1922-1949), pelopor Angkatan 45 yang besar pengaruhnya terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia. Sajak-sajaknya baru diterbitkan setelah dia meninggal, yaitu Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani), Deru Campur Debu dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Luput (1950). Ia lahir di Medan tapi setelah kelas dua MULO ke Jakarta, tempat ia […]
Selama Bulan Menyinari Dadanya
Selama bulan menyinari dadanya jadi pualamranjang padang putih tiada batassepilah panggilan-panggilanantara aku dan mereka yang bertolakAku bukan lagi si cilik yang tidak tahu jalandi hadapan berpuluh lorong dan gang menimbangini tempat terikat pada Ida dan ini ruangan ‘pas bebas’Selama bulan menyinari dadanya jadi pualamranjang padang putih tiada batassepilah panggilan-panggilanantara aku dan mereka yang bertolakJuga ibuku […]
Buat Gadis Rasid
Antaradaun-daun hijaupadang lapang dan teranganak-anak kecil tidak bersalah, baru bisa lari-larianburung-burung merduhujan segar dan menyebarbangsa muda menjadi, baru bisa bilang ‘aku’Danangin tajam kering, tanah semata gersangpasir bangkit mentanduskan, daerah dikosongiKita terapit, cintaku-mengecil diri, kadang bisa mengisar setapakMari kita lepas, kita lepas jiwa mencari jadi merpatiTerbangmengenali gurun, sonder ketemu, sonder mendarat– the only possible non-stop flightTidak […]