Dokter Zhivago 39 – Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
Disalin sesuai aslinya dari terbitan Djambatan, Maret 1960 dengan penulisan ejaan baru. Ruffina Onossimovna adalah perempuan yang berpikiran maju, lawan keras prasangka dan sangat cenderung pada segala sesuatu yang dipandangnya ‘positif dan hayati.’ Dalam peti berlaci-laci disimpannya turunan program Erfurt* yang dipujikan oleh pengarangnya. Salah sebuah foto di dinding menujukkan suaminya, ‘Voit budiman,’ pada hari […]
Tentang Penulis Edisi 39
Maya Susiyani, wartawan radio Mercury di Surabaya yang melakukan perjalanan ke Amerika selama beberapa bulan.Sanie B. Kuncoro, dulu aktif menulis di majalah remaja Anita, tamat dari Ilmu Komunikasi Undip dan sekarang tinggal di Solo. Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni instalasi asal Jogja, hidup antara Jogja-London.
Gerakan Telanjang – Sanie B. Kuncoro
Beberapa waktu lalu di Surabaya, sekelompok perempuan melakukan gerakan buka baju sebagai bentuk perlawanan atas penggusuran rumah tinggal mereka di bantaran kali. Penuh emosional mereka lepas baju dan dengan baju dalam ala kadarnya mereka menghadang petugas penggusuran. Lalu beberapa hari lalu di Ciledug Tangerang, kembali sekelompok perempuan melakukan hal yang sama. Mereka juga menanggalkan baju […]
Kenapa Diktator Takut Olahraga – Salil Tripathi
Sementara sepupu mereka yang materialis di Seoul dan Pusan sibuk memberi semangat kepada tim-tim Piala Dunia di stadion mereka yang megah, warga negara yang kaku di Pyongyang –setelah menolak dengan angkuh tawaran Korea Selatan agar Utara menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan– hanya bisa menonton pertandingan, yang menurut televisi pemerintah cukup bernilai lewat siaran tunda. Kenyataannya […]
Kenangan WTC New York – Maya Susiyani
Dengan diresmikannya akhir dari pencarian korban di puing-puing World Trade Centre New York beberapa waktu lalu, maka kedua gedung kembar yang sempat jadi salah satu pusat wisata terkemuka dunia semakin masuk tenggelam ke dalam alam maya. Tak ada lagi yang tersisa selain kenangan –sedih bagi yang berduka kehilangan keluarga, riang bagi para turis, atau mungkin […]