Setangkai Puisi Di Malam Bulan Separuh, Andhika Mappasomba
Baso Alang setelah puisi ini aku bacakanakan ada hati yang berdarahsebab ia kubacakan dengan napas tersengaldan ditulis dari tinta darah dan perahan air matayang dirangkai dari sisa kejujuran yang tergali dari kesadaran wahai bulan separuhsimaklah jiwa yang terlukatentang sebuah pengakuan yang mungkin tak sempurnatentang anak manusia yang akan melangkah ke medan peperanganuntuk menaklukkan puncak-puncak rindu […]