Sendiri – Farah Rachmat
Senja itu hujan rintik-rintik membasahi kotaku yang selalu semrawut. Aku masih berada dalam taksi. Rasanya aku tidak sabar melihat lalu lintas padat menghambat laju taksiku. Sesekali aku melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganku. Oh Tuhan, berilah kesabaran Brahim menunggu. Kumohon. Andai saja aku tidak terlambat membeli voucher isi ulang telepon selular, aku bisa […]