(Bukan) Topeng Berdarah – Faustina Hanna
:kupukupu malam menerkanerkadi pucuk panah sebelah mana kau karamkan biduk pelayaranmu beribu malam. sedang pandai tajamnya belum tentu jadi serupa sebam melupa jejakjejak petualanganmu. sebab hati masih saja remuk sebagaimana persegi terungku –ia tak tergoreskan tuntas oleh tintatinta gagal penghuni tiap depa lailah yang membedah semburat hasrat. sedari potret jaman digiring kusir mimpi hingga titik […]