Luay dan Rambut Putih Eyang Kakung -Imron Supriyadi

Cerpen, edisi 407 Oktober 2026 Kabar itu datang menjelang siang. “Caca sudah hamil sembilan bulan, Yah. Sebentar lagi lahir.” Aku membaca pesan itu berulang-ulang. Bukan karena kalimatnya sulit dipahami. Justru karena kalimat itu terlalu sederhana, sementara sesuatu yang besar sedang mengetuk-ngetuk dada. Caca. Putri sulungku. Anak perempuan yang dulu masih cadel ketika memanggilku Ayah. Anak […]