Kematian Sang Gembala Babi – Abul Muamar
“Ulangi, untuk siapa kau bertugas?”“Siap! Untuk negara!”“Lebih keras!”“Siap! Untuk negara!”“Siap menumpas pengkhianat?”“Siap! Siap menumpas para pengkhianat!”“Termasuk si pendeta itu?”“Siap! Termasuk pendeta itu.”“Lebih keras!”“Siap! Termasuk pendeta itu!”“Bagus. Laksanakan tugasmu!” Tentara muda pejabat komando rayon itu segera pamit kepada komandan distrik. Langkahnya tegas, namun berat. Ada bongkahan keraguan yang mengganjal pikirannya. Ancaman pencopotan hingga pemecatan menantinya bila […]