Dari Mana Datangnya Sastra
M Arpan Rahman …seekor ikan telah berkepak terbangair itu masih sekeras batu… Apakah sastra itu seperti ini? Sultan Ahmad Najamuddin, setelah penyerangannya tidak berhasil, melarikan diri ke daerah pedalaman menggabungkan diri dengan kaum pemberontak di daerah Ogan. Akan tetapi karena ditinggalkan pengikut-pengikutnya, pada bulan Agustus 1825 Sultan menyerahkan diri pada pasukan Belanda. Atau, inikah sastra? […]
Tentang Penulis Edisi 146
M Arpan Tahman, pegiat Fokus Grup Diskusi Membaca Indonesia dan kerap menulis di media massa, tinggal di Palembang.Ronny P. Sasmita, lahir di Lubuk Basung , Sumatera Barat, dan kini sekolah di Universitas Pajajaran Bandung, Jawa Barat. Ken Fitria, lahir di Semarang 25 tahun yang lalu dan bekerja sebagai kandidat peneliti pada Pusat Penelitian Kependudukan LIPI. […]
Tentang Penulis Edisi 134
Elmi Zulkarnain, sarjana muda Bahasa dan Kesusasteraan Inggris di Singapura yang hobby menulis puisi. M. Arpan Rachaman, pegiat Fokus Grup Diskusi Membaca Indonesia dan kerap menulis di media massa, tinggal di Palembang. Dyah Nyiur, guru sekolah di Jakarta
Rasio Sastra, Mengenang Pramoedya Ananta Toer
M. Arpan Rachman “Setiap manusia yang hidup akan menemui kematian…” Pramoedya Ananta Toer adalah sastrawan yang menjelma bagai sebuah ikon tentang kebebasan yang dibungkam. Sebagai pengarang, dia mendapatkan nama besar dari penjara ke penjara, menjadi orang hukuman. Mula-mula dijebloskan pada Aksi Militer I Belanda, kemudian ditahan dan dibuang oleh rezim yang pernah berkuasa di Indonesia. […]
Kotak Amal
M. Arpan Rachman Sejak musyawarah pengurus langgar menetapkan rumah ibadah di kampung kami harus direnovasi, bangunan kayu tua di tepi sungai Ogan yang telah terbilang dua puluh tahun lebih usianya dan di beberapa bagian mulai lekang diserang lapuk, secara beramai-ramai dirobohkan. Para penduduk berkumpul menyumbangkan pahalanya dengan menggada, meruntuhkan dinding, mencabut paku-paku, menggergaji tiang-tiang, dan […]
Tentang Penulis Edisi 129
M. Arpan Rachman, anak Palembang yang sedang belajar menulis cerpen. Beberapa cerpennya diterbitkan di beberapa media di Sumatera. Gatot Arifianto, Freelance Editor PT. Karya SET Film. Lahir Purworejo, menggagas berdirinya GUGATS (Paguyuban Jagat Seni Sawunggalih Kutoarjo), dan tahun 2005 menyutradarai film indy Kembang Gula Rembulan. Limantina Sihaloho, pengajar Teologi di Medan