Ailla, Aku Rindu
Puti Koja Anak baru! Yup, itulah predikatku. Tapi aku tidak perduli dan dengan langkah ringan menuju lapangan apel pagi, mengambil posisi dibelakang Adi, teman sekamarku. Adi melirik sambil melempar senyum. Sesaat kemudian seorang cewek berkerudung sudah berdiri di depan. Berdirinya tegak, matanya tajam, bibirnya tipis, dan hidungya seperti tidak menghembuskan nafas. Dia komandan apel pagi. […]
Tentang Penulis Edisi 144
T. Wijaya, pegiat seni dan jurnalis di Palembang. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Puti Koja, tinggal di Batam.