Tentang Penulis Edisi 147

T. Wijaya bin M. Bcahtiar, pegiat seni dan jurnalis di Palembang. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Ronny P. Sasmita, lahir di Lubuk Basung , Sumatera Barat, dan kini sekolah di Universitas Pajajaran Bandung, Jawa Barat.

Sriwijaya

T. Wijaya Konsensus PertamaTahun 499 Masehi. Garis katulistiwa membekas di langit. Musim penghujan. Beberapa orang sakti yang merupakan utusan dari suku Rui yang berada di dekat gunung Dempo, suku Kun dari pesisir Timur Sumatra, dan suku Nang dari pesisir Barat Sumatra, berkumpul di bukit Siguntang, yang dikelilingi rawa-rawa namun kaya dengan sumber makanan seperti burung, […]

Tentang Penulis Edisi 144

T. Wijaya, pegiat seni dan jurnalis di Palembang. Presiden Hayat, penikmat seni dan sayur asam. Puti Koja, tinggal di Batam.

Indonesia Masih Ada

T. Wijaya Gol! Indonesia masih ada. Sepakbola telah menyelamatkan Indonesia. Sepakbola memberi arti terhadap proyek negara-bangsa yang berumur 62 tahun. Merah-putih berkibar kembali. Merah-putih tidak hanya semarak ketika memperingati Hari Kemerdekaan. Saya yang sudah jarang menyanyikan lagu Indonesia Raya, kembali mengumandangkannya. Indonesia hadir dalam semangat menang-kalah. Jika mau jujur, partai politik telah gagal menandai Indonesia. […]

Saya Bandit

Saya bandit. Saya bandit. Saya bandit. Saya bandit. Ini celana dalam saya! Mau apa Peter? Saya bandit. Saya bandit.            Sebentar, saya tidak mencopet, merampok, membunuh, menjadi tukang pukul di lokasi perjudian atau pelacuran. Saya bandit. Saya bukan Thoyib. Saya bukan Ibrahim Syafei. Saya bukan Atai. Saya bandit. Ini celana dalam presiden saya! Mau apa Peter?            […]

Bos, Saya Berhenti Menggergaji Batu

T. Wijaya             Sebenarnya saya berhenti menggergaji batu. Saya menelan batu, Bos. Sebab bukan lagi 63 anak sungai dan 2.300 jenis ikan. Kebutekan air membuat semua penuh lumut, lumpur, serta anak-anak tangga di mulut. Istri saya yang terus menggergaji batu.            Ceritanya bermula kita bergulingan di kamar mandi, Bos. Penis saya meluncur di lantai berlumut dan pesing, bagai […]

Tentang Penulis Edisi 138

T. Wijaya, pegiat seni dan jurnalis di Palembang. Ardre Sadewa, wartawan Tabloid Politik dan Hukum, Modus, di Banda Aceh. Ronny P. Sasmita, lahir di Lubuk Basung , Sumatera Barat, dan kini sekolah di Universitas Pajajaran Bandung, Jawa Barat. Feri Hendriyadi, lahir di Bangka kini tinggal di Balikpapapan

Belanda, Pengkhianatan dan Pahlawan

Polemik Sultan PalembangT. Wijaya Kesultanan Palembang Darussalam sudah lama bubar. Tepatnya dibubarkan oleh kolonial Belanda pada 1825. Namun, selama tiga tahun terakhir, ada keinginan untuk menghidupkan kembali kesultanan tersebut. Pada mulanya Raden Mas Syafei Prabu Diraja, seorang perwira polisi, mengklaim dirinya sebagai Sultan Mahmud Badaruddin III. Dia mengklaim dirinya sebagai sultan setelah mengaku menerima wangsit. […]

Tentang Penulis Edisi 131

Andiko SH, advokat kelahiran Sumatera Barat, kini tinggal di Jakarta. Wahyu Heriyadi, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung dan di Bengkel Jurnalisme Bandar Lampung. T. Wijaya, pegiat seni dan jurnalis di Palembang.

Tentang Penulis Edisi 128

T. Wijaya, penulis Palembang dan beberapa karyanya sudah dibukukan, antara lain novel Juaro dan kumpulan puisi Krisis di Kamar Mandi. Gedhotwukir, lahir di Muntilan, bersekolah di Jerman, dan kini menulis dari Yogyakarta. Bersama komunitasnya akan menerbitkan Opera Zaman. Nabiha Shahab, pegiat lingkungan dan wartawan lepas, dan penggemar coklat.