Don Quixote, Buku Terbaik Dunia

Angelique Chrisafis

Don Quixote, hikayat seorang kesatria Spanyol yang gila karena telalu banyak membaca roman kepahlawanan, pada Hari Selasa 7 Mei 2002 terpilih sebagai buku terbaik sepanjang masa, berdasarkan survey atas sekitar 100 penulis besar dunia.

“Jika ada satu novel yang harus dibaca sebelum anda mati, itulah Don Quixote,” kata penulis Nigeria, Ben Okri di Norwegian Nobel Institute ketika mengumumkan hasil jajak pendapat terbesar sepanjang sejarah yang melibatkan penulis. “Don Quixote merupakan cerita yang paling indah dan paling rinci, namun juga sederhana.”

Sekitar seratus penulis terkenal dari 54 negara memberikan pilihan “buku yang paling berarti sepanjang masa’ dalam sebuah jajak pendapat yang diorganisir para editor Norwegian Book Clubs di Oslo.

Para pemilih termasuk Doris Lessing, Salman Rushdie, Nadine Gordimer, Wole Soyinka, Seamus Heaney, Carlos Fuentes, dan Norman Mailer. Isabel Allende memboikot karena dia keberatan dengan ‘survei buku.’

Penulis cerita anak berkebangsaan Swedia, Astrid Lindgren, memberikan pilihannya sebelum meninggal dunia Bulan Januari, dan bukunya Pippi Longstocking masuk dalam daftar buku sepanjang masa.

Lessing mengatakan para penulis berharap bisa memicu kehausan membaca di kalangan generasi muda yang lebih suka TV dan Playstation.

Hikayat Miguel de Cervantes tentang kepahlawanan yang salah arah meraih 50 % suara lebih dibandingkan buku lain, mengalahkan karya-karya Shakespeare, Homer dan Tolstoy.

Sepuluh penulis mendapat lebih dari satu buku dalam daftar buku sepanjang masa tersebut, yang tidak disusun berdasarkan peringkat. Setelah Cervantes, Fyodor Dostoevsky muncul sebagai yang paling bernilai dibaca dengan empat bukunya masuk dalam daftar; Crime and Punishment, The Idiot, The Possessed, dan The Brothers Karamazov.

Drama Shakespeare yang disepakati para penulis untuk masuk dalam daftar adalah Hamlet, King Lear, dan Othello.

Bard sama dengan Franz Kafka, yang tidak dikenal pada masa hidupnya. Tiga bukunya yang masuk dalam daftar adalah The Trial, The Castle dan Complete Stories.

Tiga karya Leo Tolstoy yang berhasil masuk adalah War and Peace, Anna Karenina, dan The Death of Ivan Ilyich and Other Stories.

Penulis Amerika William Faulkner dan penulis Inggris, Virginia Woolf, mencatatkan dua bukunya, bersama-sama dengan penulis Kolombia, Gabriel Garcia Marquez, yang menolak untuk memilih.

Penulis yang masih hidup memang sedikit. Mereka adalah Doris Lessing –dengan buku Golden Notebook– dan Salman Rushdie, Chinua Achebe, dan Toni Morrison.

Alf van der Hagen, editor Norwegian Book Clubs, mengatakan “Elemen yang unik dalam dafatar ini adalah kami tidak hanya bertanya pada penulis dari Eropa atau Amerika Serikat, tapi kami melakukan survey ke seluruh dunia untuk yang petama kalinya.

Dia mengatakan dua pertiga lebih dari 100 judul buku ditulis oleh orang Eropa, setengah diantaranya ditulis pada abad lalu, dan sebelas oleh perempuan.
***
Diterjemahkan dari The Guardian, Rabu 8 Mei 2002

sonkski ekalya

Leave A Comment