Calon Pemenang Nobel Terancam Eksekusi

Duncan Campbell

Seorang terpidana pembunuh yang tahun lalu dicalonkan unuk Hadiah Nobel Perdamaian, karena upayanya membuat anak-anak anggota geng tobat, harus dieksekusi, seperti diputuskan oleh pengadilan di California. Tahun 1979 Stanley ‘Tookie’ Williams, pendiri salah satu geng yang terkenal di Los Angeles, Crips, terbukti bersalah dalam empat kasus pembubuhan.

Dia dijatuhi hukuman mati karena membunuh seorang penjaga toko, seorang pemilik motel beserta istri dan anaknya dalam insiden perampokan bersenjata. Dia sudah membantah keterlibatannya. Pekan lalu, pengadilan banding yang kesembilan, yang ditempuh William untuk mengubah keputusan, ternyata menegakkan hukuman mati.

Kini nasibnya berada di tangan Gubernur California, Gray Davis, yang akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan gubernur pada saat terjadi gelombang pembunuhan yang berkaitan dengan geng-geng di Los Angeles dan distrik Orange di dekatnya.

Selama di penjara, William yang kini berusia 48 tahun, terlibat aktif dalam upaya untuk membujuk anak-anak muda anggota geng supaya tidak melakukan kekerasan. Dari selnya di LP San Quentin dia membuat situs internet : Project for Street Peace dan juga situsnya sendiri tookie.com yang menentang budaya geng; dan dia juga menjadi salah satu penulis dalam seri buku anak-anak dalam bagian yang berjudul Tookie Menentang Kekerasan Geng.

“Jangan bergabung masuk geng,” katanya dalam bukunya. “Kalian tidak akan menemukan yang kalian cari. Yang kalian temukan hanyalah masalah, kesedihan dan rasa sakit. Aku tahu. Aku pernah melakukannya.”

Tahun lalu seorang anggota parlemen Swiss, Mario Fehr, mencalonkannya untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Pendukung William mengatakan dia sudah berubah dan mengeksekusi dia hanyalah membuat pekerjaan baik yang sudah dilakukannya tidak selesai tuntas.

Hakim Procter Hug, atas nama tiga hakim banding, menulis “Williams tidak berhak untuk bebas dari kesalahannya atau dari hukuman pengadilan federal.” Dia menyarankan Williams untuk mengajukan banding kepada Gubernur Gray Davis. Keputusan itu juga menyebutkan : “walaupun kerja baik dan pencapaian Williams membuat dia menjadi layak untuk mendapat kemurahan dari gubernur, hak itu bukan soalnya dan kami di pengadilan federal bebas untuk memutuskan.”

Usai sidang, penasehat hukum Williams, Maria Stratton, mengatakan ; “Walau pengadilan berbaik hati dengan mengusulkan grasi, yang tentu saja akan kami lakukan, tetap saja kami berpendapat bahwa pengadilan seharusnya membebaskan dan kami akan meminta sidang ulang untuk menekan mereka membebaskannya.” Tim jaksa penuntut umum menyambut baik keputusan yang menegakkan hukuman mati.

Keputusan apakah akan mengeksekusi Williams atau tidak kini sepenuhnya tergantung pada Gray Davis, dari Partai Demokrat yang sudah menolak permogohan grasi atas lima terpidana hukuman mati yang pernah diterima sejak ia menjabat gubernur. Hukuman mati mendapat dukungan besar di California, seperti juga di wilayah Amerika lainnya, dan hanya beberapa politisi saja yang berani mengambil resiko membuat marah para pemilih dengan menentang hukuman mati.

Kantor kejaksaan di negara bagian California juga tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mendukung permohonan grasi.

Sementara itu Pater Greg Boyle yang ikut bekerja dalam inisiatif anti geng selama bertahun-tahun di Los Angeles Timur mengatakan harapan agar Gubernur Davis akan mengindahkan permohonan grasi karena “seseorang yang secara utuh jauh melebihi dari perbuatan terburuk yang pernah mereka lakukan.” Namun dia mengakui kalau catatan tentang Gubernur tidak berpihak pada Williams.

“Davis benar-benar amat lemah dalam masalah ini,” katanya. “Setiap kali ia mendapat kesempatan untuk melakukan hal yang benar dan terhormat, dia tidak melakukannya. Dia terus saja melakukan kesalahan.”
***
The Guardian, Senin 16 September 2002

sonkski ekalya

Leave A Comment